Aku Andi, aku adalah orang yang bekerja di sebuah perusahaan di Semarang. Aku menyayangi seseorang yang merupakan adik dari temanku sendiri. Aku melakukan pendekatan sudah berbulan-bulan, namun belum dapat respon yang baik. Dia adalah seorang cewek anak sekolah SMA Sedes. Dia adalah penyuka drama Korea. Aku berjuang mendapatkannya dengan melihat beberapa drama Korea sebagai inspirasi. Sudah ketemuan, jalan bareng yang menurut film Korea bisa membuat cewek klepek-klepek namun dia tidak meresponku. Aku tetap menjalaninya saja.
Di Jakarta sulit sekali menemui pekerjaan part time, aku berusaha sebaik mungkin untuk lebih cepat mendapatkan penghasilan sediri dan mapan. Aku berusaha agar tetap survive. Kemampuanku di bidang IT. Spesialisasiku tentang kemanan komputer bagian yang menangani virus komputer. Aku memiliki bidang yang jarang orang bisa melakukannya. Namun aku tidak menyerah, aku selalu mengikuti forum-forum, menerbitkan artikel di blogku, menghadiri seminar-seminar. Impianku adalah bisa membangun perusahaan IT sendiri. Passionku mendorong aku terus belajar. Sampai suatu hari postinganku disukai oleh banyak orang yang ahli di dunia Keamanan Komputer dan aku ditawari bekerja oleh M*crosoft. Aku menerima pekerjaan itu. Aku pindah ke Singapore dan bergabung dengan tim M*crosoft Cyber Security Center cabang Asia. Aku tetap dengan hobiku menulis artikel dan menerbitkannya di blogku. Suatu hari, artikel-artikelku semakin dikenal, dan aku mulai menulis di Koran, majalah dan ditunjuk sebagai pembicara dalam seminar-seminar kemanan komputer dan menjadi semakin terkenal. Banyak perusahaan berusaha mendapatkan aku.
Suatu hari datanglah tawaran dari Av*ra, perusahaan favoritku. Aku menerima tawaran itu dan mulai bekerja di sana. Aku merasa bersemangat karena itu perusahaan impianku. Beberapa tahun kemudian, aku pun sukses dan menduduki posisi sebagai Chief Technology Officer. Namun karena perkembangan yang kurang baik di cabang Jepang dan Korea, aku dipindahkan ke Jepang sebagai Head of Av*ra Branch Japan and Korea. Di sini aku berhasil mengembangkan karirku dengan baik dengan bolak balik Jepang-Korea.
Di sini, aku juga terkena demam Korean Pop (K-Pop), ada girlband yang aku suka, dan aku sering sekali menghadiri konser-konsernya. Aku bekerja full time plus bekerja part time. Aku menggunakan kemampuan berpianoku untuk bekerja. Aku bekerja di sebuah café. Memainkan alunan lagu-lagu yang romantic adalah keahlianku. Dalam beberapa bulan banyak yang menyukai permainanku. Omzet penjualan café pun meningkat. Aku menjadi semakin terkenal, namun aku tetap rendah hati dan bahkan sering ikut acara amal.
Suatu hari, saat aku bermain piano, ternyata ada seorang cewek anggota girlband WJ*N yang datang bersama temanya, nama cewek itu Soobin. Aku sangat menyukai cewek itu. Aku berusaha tetap main tenang. Dia ternyata menyukai permainan pianoku. Sampai setiap kali ada waktu libur dia ke café itu untuk mendengarkan permainanku. Dalam beberapa bulan, aku di Korea akhirnya terkenal sebagai pianis. Banyak utusan-utusan entertainment yang mendatangi café itu untuk melihatku. Namun belum ada tawaran kontrak. Di satu sisi, aku bermain hanya untuk bekerja part time, mengingat aku masih bekerja di Avira. Suatu hari, Soobin mengajak seluruh personil girlbandnya untuk menonton aku, aku merasa terhormat dan speechless, namun aku tetap tenang. Mereka menyukai permainanku dan suaraku. Ternyata beberapa dari mereka diam-diam jadi tertarik bahkan jatuh cinta sama aku. Mereka diam-diam datang menyaksikan permainanku.
Mereka semua menjadi dekat sama aku. Beberapa dari mereka yang mencoba mendekati aku, ada Seola, Eunseo, Bona, Soobin, Exy. Kesempatan bisa dekat dengan mereka saya manfaatkan untuk mendekati cewek yang aku sukai yaitu Soobin. Aku berusaha manjadi yang terbaik untuknya. Teman curhat, sesorang yang menjadi andalannya. Diam-diam permaninanku berhasil membuat dia jatuh cinta sama aku. Teman-temannya yang tertarik sama aku tau bahwa aku suka sama Soobin. Mereka berusaha bersaing mendapatkan aku. Mereka memperebutkan aku sampai-sampai sering terjadi marah-marahan di dalam internal girlband mereka. Suatu hari aku nembak dia, namun cintaku ditolak. Sakit. Namun aku tak putus asa aku tetap menjadi temannya.
Suatu hari aku harus kembali ke Jepang karena ada masalah di kantor Jepang. Soobin dan girlbandnya yang sering mendatangi café itu, mendapati bahwa aku tidak ada. Meskipun ada penggantinya, namun mereka tetap mencari aku. Aku sengaja tidak meninggalkan kabar apa-apa karena aku sudah ditolak sama Soobin dan aku tidak menyukai cewek lain di girlband itu. Soobin merasa sedih karena seperti ada yang hilang. Dia berusaha mencari aku. Tidak ada yang tau aku karena aku di Korea terkenal hanya sebagai pemain piano. Dia berusaha mencari aku sampai ke rumah kontrakanku namun tidak ada. Dia merasa menyesal kenapa dulu dia tidak menerima aku. Melalui pertemuan, kencan, menjadi temannya, dia jatuh cinta sama aku sampai hatinya yang terdalam, namun dia tidak menyadarinya.
Aku mengetahui bahwa Soobin merasa ada yang hilang dari temannya yang juga temanku setelah aku pergi. Tapi aku tidak merespon apapun karena hatiku masih sakit waktu cintaku ditolak olehnya. Dia terus mencari aku, bahkan terus mendatangi café itu, rumah kontrakanku, menanyakan ke teman-temanku.
Suatu hari, Soobin pacaran dengan artis dan dipublikasikan. Sebenarnya Soobin tidak menyukai cowok ini. Namun ia terpaksa harus melakukannya karena kontrak dengan sebuah perusahaan. Namun dia diam-diam tetap mencari keberadaanku meskipun statusnya berpacaran dengan orang lain.
Sampai suatu hari aku diam-diam datang ke konser WJ*N, dan aku sengaja memilih kursi yang jauh agar aku bisa melihat mereka tanpa mereka tau. Teman Soobin ternyata ada yang melihat aku dan ia memberitahukannya pada Soobin, dia terlihat senang sekali mengetahui aku datang. Aku tidak tahu bahwa keberadaanku telah diketahui. Kebetulan ada sesi acara di mana disuruh memilih satu penonton untuk melakukan aksi sesuai dengan undian. Setiap anggota memilih satu penonton. Sesi ini dinilai oleh penonton yang paling banyak tepuk tangan akan menang. Pemenang akan mendapatkan DVD dan souvenir yang sudah ditanda tangani eksklusif oleh WJ*N. Soobin sengaja memilih aku. Aku pun kaget. Aku naik ke atas panggung dan dia bilang “Oppa, akhirnya kita bertemu lagi. Aku kangen sama Oppa”. Aku hanya bilang “Iya.”. Dia membalas “Ayo kita berjuang bareng memenangkan ini”. Soobin mengambil undian dan ternyata mendapatkan duet. Aku bermain piano dan Soobin menyanyi. Entah kenapa di dalam diriku, aku ingin bermain dan bernyanyi untuknya dengan sepenuh hati. Namun di sisi lain aku merasa sakit, karena dulu ia pernah menolak aku. Aku tetap bermain dan bernyanyi dengan professional dan sepenuh hati. Banyak penonton yang merasa tersentuh dengan duet kami. Penonton menilai kita punya chemistry yang kuat dan cocok menjadi romantic couple. Di akhir acara, kami memenangkan duet ini. Soobin tiba-tiba memelukku dan berkata “Hore Oppa, kita menang”. Aku kaget tapi juga ikut memeluknya. Aku mendapat album yang langsung ditanda tangai oleh mereka, diam-diam Soobin menuliskan alamat, nomer telp dan suruh menghubunginya pada tulisannya. Setelah sesi itu selesai, aku langsung turun dan pulang lebih awal karena kantor di Seoul ada masalah.
Saking sibuknya aku, aku baru bisa membuka album itu satu minggu kemudian. Hari itu hari Sabtu. Aku cukup kaget dengan tulisan Soobin, akhirnya aku mencoba menghubungi dia. Aku menghubungi dia berulang kali namun tidak diangkat.
Beberapa bulan kemudian, perusahaaanku akan mengadakan refreshing. Aku ditugaskan untuk mencari lokasi. Cari dicari, akhirnya aku menemukan tempat yang cocok untuk refreshing karyawan satu perusahaaan. Tapi ternyata, aku tidak tahu bahwa sebenarnya ketua RTnya dalah orang tua dari Soobin. Aku tetap memilih tempat itu karena alam terbuka dan fresh udaranya.
Beberapa bulan kemudian, kami melakukan acara refresing itu. Aku dapat jatah menginap di keluarga Soobin. Karyawan yang ikut juga tinggal di rumah-rumah warga. Kami di sana bercocok tanam, membantu warga sekitar, bermain games mencari harta karun. Aku semakin akrab dengan keluarga Soobin dan warga sekitar.
Ketika sudah waktunya pulang ke Seoul, kami berpamitan dengan ketua RT dan masing-masing memberikan bingkisan ke warga tempat mereka menginap. Mereka sangat welcome. Yang membuat aku terkejut di akhir pertemuan, Mama dari Soobin bisa bilang “Seandainya ya Pa, kita bisa punya menantu kayak dia”. Aku hanya bisa tertawa “Hahaha..”.
Seminggu kemudian, Soobin pulang dan melihat foto-foto dan bingkisan yang ada. Dia teringat bahwa bingkisannya mirip seperti yang aku pernah berikan. Dia langsung meminta nomor ke orang tuanya agar bisa menghubungi aku. Namun, aku tidak bisa dihubungi karena berada di Jepang. Dia lalu mencari ke kantorku di Seoul namun tidak bisa menemui aku.
Dia merasa harus mengejar cintanya yang hilang. Dia berusaha mencariku namun selalu masih belum bisa bertemu karena perbedaan jadwal. Aku tetap menjomblo meskipun ada bebearpa temanku yang mendekati karena tahu aku seorang CEO.
Kepopuleranku ternyata tidak dikenal sampai ke Indonesia. Aku pulang ke Indonesia tetap sebagai orang biasa. Tidak ada yang mengenaliku seperti di Korea. Suatu hari aku pulang ke Indonesia untuk cuti dan menghadiri resepsi pernikahannya teman-temanku. Di salah satu pernikahannya temanku, aku disuruh bermain piano 1x mengiringi MC yang akan bernyanyi. Kemudian, mempelai pria yang adalah temanku memperkenalkan aku bahwa aku CEO, mapan, putih, atletis dan masih jomblo. Oleh MC aku juga ditanya soal wanita idamanku. Kemudian aku menjabarkan, secara fisik dan sikap. Aku disuruh menjunjukkan seperti apa foto cewek idamanku. Kemudian aku tunjukkan bahwa itu Soobin. Ternyata, Soobin juga ada di pernikahan itu namun sedang ke toilet. Temannya yang dari Indonesia yang mengetahui itu, langsung memberitahukan kepadanya soal aku. Soobin tidak tahu bahwa aku ada di acara itu. Lalu temannya itu memperkenalkan ke mempelai dan meminta agar Soobin itu dipertemukan dengan aku. Lalu kemudian, kedua mempelai bersama MC menyusun rencana agar pertemuan itu terjadi. Aku yang saat itu masih di belakang panggung tidak tahu bahwa akan bertemu Soobin, karena masih mepersiapkan diri tampil satu kali lagi untuk membawakan lagu menjadi pilihan mempelai berdua. Ketika aku tampil, mempelai berdua tertawa-tawa sendiri. Aku heran kenapa. Setalah selesai, aku diwawancara lagi oleh MC. Kemudian aku ditanya, “Jika bertemu dengan cewek idmanamu kamu mau apa?” Aku jawab “Aku mungkin akan ngobrol, minta nomornya atau bahkan menyatakan cinta sama dia, jika mungkin.” MC meledek aku “Apakah kamu yakin? Ah masak?”. Aku menjawab “Mungkin”. Kemudian, MC memanggil Soobin untuk naik ke atas panggung. Aku melihat sambil tidak percaya bahwa itu Soobin. Dia telah didandani bak princess. Aku speechless. Aku langsung meminta tangannya dan mencium tangannya. Kemudian penonton pun bersorak. Soobin pun tersipu-sipu malu. Aku kemudian disuruh melakukan apa yang aku katakan tadi. Kemudian kami diwawancara dan dalam wawancara itu terungkap bahwa kami sudah saling kenal. Lalu kami digoda dan disuruh berduet nyanyi oleh MC dan kedua mempelai. Kemudian kami nyanyi. Kami menyanyi dengan sepenuh hati. Dan aku beraksi untuk membuat Soobin terus tesipu-sipu malu selama di panggung. Penonton bersorak, terutama yang cewek merasa terkejut dan mengatakan “Omo, omo, Otoke, otoke, aaaaa…” dan merasa kami cocok menjadi romantic couple. Setelah selesai, penonton banyak menyoraki kami supaya menjadi sepasang suami dan istri. Aku dan Soobin hanya bisa tersenyum malu dan saling menatap. Setelah selesai, saya dan Soobin turun panggung dan mengobrol sebentar, kami tukeran nomor hp dan berjanji saling menghubungi. Aku harus kembali segera ke Jepang karena cutiku sudah habis, sementara Soobin masih berlibur di Indonesia.
Beberapa hari kemudian, tersiar kabar bahwa Soobin berpacaran lagi dengan seorang artis setelah putus sama yang dahulu. Aku kaget dan heran apakah benar kabar itu. Aku merasa bahwa Soobin menyakiti hatiku lagi.
Beberapa hari kemudian, Entertainmentnya (S Entertainment) mengumumkan akan membuka kepemilikan saham bagi orang luar, aku ke sana, untuk membeli sekian persen sahamnya. Waktu itu aku sudah memiliki beberapa persen saham dari M, J, Y Enterntainment. Tujuanku adalah jika benar aku suatu hari pacaran sama Soobin, aku tidak dilarang oleh pihak S. Waktu aku akan pulang, Soobin melihatku di depan pintu utama dan berusaha mengejarku namun tidak dapat.
Suatu hari, kabar mereka putus menyebar ke media. Soobin merenung akan kehidupan cintanya dan teringat padaku. Dia mengingat semua kenangan-kenangan indah bersamaku, aku selalu ada buat dia, betapa romantisnya aku. Dia menangis karena dia merasa sudah tidak bisa mendapatkan itu lagi karena aku telah pergi darinya.
Beberapa hari kemudian, aku mengambil cuti. Aku ke wilayah tempat aku dulu pernah ke sana bersama karyawanku. Aku bertemu dengan orang tua Soobin kembali dan membantu mereka selama aku cuti. Pada suatu sore, Soobin pulang ke rumah. Aku tidak tahu karena saat itu aku sedang di belakang. Aku cukup kaget ketika dipanggil oleh orang tua Soobin dan disuruh berkenalan dengan anaknya. Soobin pun terkejut karena ada aku. Ia juga kaget karena aku dan orang tuanya sudah saling kenal. Kemudian dalam makan malam terungkaplah semuanya bagaimana aku dan orang tua Soobin bisa kenal, Soobin dan aku bisa kenal, orang tua Soobin pun bilang kepada anaknya “Ini lho orangnya yang dulu aku pernah bilang, yang cocok sama kamu dan kami merestuinya.” Soobin hanya bisa tersipu-sipu malu dan bilang dengan manja “Omma…”. Malam itu kami menghabiskan malam dengan jalan-jalan romatis di luar rumah Soobin.
Pada besok malamnya aku menyatakan cinta padanya. Dia menerima cintaku. Aku senang sekali. Kami merasa menjadi pasangan paling bahagia di dunia.
Beberapa hari kemudian, pihak entertainment mengetaui hal itu, namun mereka tidak bisa apa-apa karena aku adalah pemilik saham ketiga terbesar mereka. Aku dan Soobin juga tetap bisa dating dengan bahagia.
Beberapa bulan kemudian, sebuah majalah menerbitkan artikel mengenai Top 10 Asia CEO under 30. Aku termasuk di dalamnya dan sebagai perwakilan satu-satunya dari Indonesia. Semenjak saat itu, aku menjadi dikenal sebagai CEO. Di Indonesia, beberepa cewek mantan atau mantan calon ceweku menyesal karena tidak menerima cintaku atau mutusin aku.
Ketika aku sudah merasa mantap, aku membawa Soobin kepada orang tuaku untuk meminta restu. Kemudian, kami mulai merencanakan pernikahan selama beberapa bulan. Kemudian, di akhir tahun bulan Desember kami menikah di Korea dan menggelar resepsi di 2 negara, Indonesia dan Korea. Kami berbulan madu ke Eropa. Kami memiliki 2 anak dan hidup bahagia.
END.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar