Jumat, 03 Maret 2017

Hayalanku 6

Aku Andi, seorang direktur dari sebuah perusahaan antivirus asal Jerman cabang di Korea. Aku punya teman dekat bernama Soobin. Dia orang Korea asli anggota salah satu girlband yang sedang naik daun. Kami sudah dekat sejak pertama kali bertemu, sering sms, chat, telpon-telponan tapi tidak pernah sekalipun terpikir di benak kami untuk pacaran. Kami menjalani ini sangat enjoy. Banyak teman kami yang iri melihat hubungan kami. Dan bahkan banyak yang mengira kami pacaran.
Kami sering mengikuti acara amal bersama-sama. Di sana kami berdua menjadi yang paling muda. Kami saling bercanda tawa lepas seperti orang pacaran, melepas kepenatan di kala tidak bekerja. Kami berdua selalu menkmati saat-saat bersama. Namun kami tidak menyadari kalau diam-diam rasa cinta di hati kami terus bertumbuh. Cerita ini berawal ketika banyak orang yang berkata, “kalian kalo diliat-liat cocok lho, chemistrynya udah kuat, kenapa ga pacaran aja?”
Sejak saat itu, aku mulai berpikir bagaimana menjadikan Soobin pacarku. Mengingat umur kami sudah cukup sebenarnya untuk kawin dan kami berdua sudah tidak pacaran cukup lama. Dia sudah tidak pacaran selama hampir setahun dan aku 3 tahun. Kami sudah punya penghasilan tetap masing-masing. Ketika aku berjumpa dan bertatap mata dengannya aku menjadi grogi. Rasa hati ingin bertemu terus. Namun kami hanya bisa bertemu ketika sedang berlibur mengingat dia adalah seorang artis.
Suatu hari, aku mengutarakan perasaanku. Namun dia menolak aku.  Dia bilang tidak memiliki perasaan yang sama dan hanya ingin menjadi teman seperti biasa. Aku merasa mungkin aku yang ke GRan. Sejak ia menolak aku, aku memperlakukan dia seperti teman biasa.
Namun dia diam-diam mulai memperhatikan aku dan sikapnya mulai berbeda setelah aku nembak dia. Dia mulai seperti agak menjauh. Namun sebenarnya, rasa cinta yang ia rasakan makin kuat dan merasa kehilangan. Ini terbukti ketika aku melayani wanita-wanita muda dalam acara amal itu, dia langsung cemburu. Banyak ibu-ibu peserta acara amal yang bilang ke aku kalau sebenarnya dia cemburu. Aku hanya bisa tertawa senang. Di sisi lain, hatiku masih sakit karena ia tolak.
Beberapa hari kemudian, terpublish informasi bahwa ia pacaran dengan artis cowok. Aku hanya bisa ikut senang. Sikapnya mulai berubah. Dia mulai tidak curhat-curhat sama aku lagi. Aku sebagai teman dekatnya sudah tidak dianggap.
Suatu hari, aku ke mall dengan seorang teman. Teman yang aku bawa adalah wanita, dia melihat kami, tapi kami tidak melihatnya. Dia merasa cemburu dan marah sama aku. Besoknya dia mendatangiku dan marah-marah sama aku. Aku bingung kenapa dia memarahiku. Katanya aku tukang selingkuh, padahal aku tidak seperti itu dan aku bukan pacarnya. Aku pun tidak merasa menjadi playboy karena teman wanita yang aku bawa ke mall adalah teman wanita dari Indonesia yang berlibur ke Korea. Aku bertanya kenapa dia seperti itu, namun dia tidak menjawab dan pergi.
Suatu hari, aku tidak datang terus di berbagai acara amal karena kesibukanku sebagai direktur yang mengurusi Jepang dan Korea. Dia mulai merasa ada yang kurang. Dia mencoba mengontak aku tapi aku merespon. Pacarnya tidak mau diajak ke acara amal karena dia artis. Dia mulai merasa membutuhkan aku. Dia mulai lesu jika tanpa aku di acara itu. Dia kemudian curhat kepada seorang ibu panitia amal. Kemudian ibu itu menerangkan bahwa sebenarnya perasaan yang sedang ia rasakan adalah cinta. Ibu itu bilang bahwa sebenarnya kami ini cocok. Dia mulai teringat bahwa pernah menolak aku dan marah-marah sama aku. Dia mulai merenung apakah karena sikapnya, aku jadi bersikap menjaga jarak. Dan apakah perkataan ibu benar.
Sejak saat itu, ia mulai menjauhi pacarnya yang artis. Ia selalu membanding-bandingkan cowok itu dan aku. Dia menjadi tidak bahagia. Artis cowok itu pacaran dengan Soobin karena Entertainmentnya ingin membuat skandal yang bisa menaikkan popularitas menjelang comebacknya girlband tempat Soobin bernaung itu.
Suatu hari, aku mendengar dia putus dengan cowok itu. Tapi aku tidak menanggapi dengan serius. Aku tetap menganggap bahwa Soobin tidak cinta sama aku. Ayah, Ibu Soobin sebenarnya merestui kami. Dulu saat di acara amal, ayah, ibu Soobin sempat mengutarakan bahwa kami ini cocok dan mereka mendambakan punya menantu sepertiku.
Kabar Soobin putus itu bertepatan dengan kembalinya aku dari Jepang. Aku mengikuti berbagai acara lagi, namun Soobin tidak pernah datang karena tur kemana-mana. Lalu aku mendengar dari ibu tempat Soobin curhat, apa yang Soobin rasakan. Aku tidak merespon rasa itu karena ia sudah menolak aku.
Setelah aku kembali ke Jepang, giliran Soobin yang mengikuti acara amal. Suatu hari aku mengejutkan Soobin karena datang sebagai penonton di salah satu konsernya. Dia sangat terkejut saat melihatku sampai hampir salah gerakan. Ketika acara itu selesai, dia mencoba mencariku namun aku tidak ada. Dia merasa bersalah dan sebenarnya ingin mengembalikan hubungannya denganku.
Suatu hari aku curhat ke ibu yang sama dengan Soobin curhat, aku berkata bahwa Soobin harus membuktikan rasa cinta dan mengungkapkannya kepadaku, karena aku sudah terlanjur sakit hati karena ditolak. Ibu itu mendukungku dan berjanji akan membantu.
Suatu hari ketika dalam perjalanan tur, dia melihat acara amal dan dia melihat aku ada di sana. Dia kemudian teringat masa-masa indah kami waktu dulu dan dia pun menangis. Teman-teman Soobin mengenalku hanya sebagai teman Soobin tapi mereka tidak tahu bahwa Soobin suka sama aku.
Suatu hari aku memutuskan untuk mengakhiri perasaanku dengan Soobin. Dan saat itu aku mendengar bahwa Soobin sudah pacaran lagi dengan seorang pria. Aku hanya biasa berucap selamat bahagia kepadanya lewat surat yang aku kirimkan ke rumahnya.
Suatu hari, aku melihat cowok yang jadi pacar Soobin itu selingkuh. Aku segera mengabari ibu Soobin. Aku bilang kepada Ibu Soobin perihal perselingkuhan itu. Aku melihat pacar Soobin itu di mall berduaan bersama cowok lain dan bergandengan tangan dan cium-ciuman. Awalnya, Ibu Soobin tidak percaya. Pada waktu itu aku juga lupa untuk merekam kejadian itu sehingga aku datang tanpa bukti.
Untuk kesekian kalinya aku melihat perselingkuhan yang dilakukan pacar Soobin. Pada saat itu aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan merekamnya di ponsel. Saat pulang rumah, aku mencari seluk beluk pacar Soobin itu dan aku menemukan bahwa sikapnya jelek suka mabuk-mabukan, selingkuh, pacarnya lebih dari satu. Aku mengirimkan semua bukti itu ke ibu Soobin. Aku juga bilang kepada ibu Soobin jangan tunjukan kepada Soobin karena itu akan membuat ia mengira bahwa ada yang akan  mengganggu hubungannya. Ibunya kecewa saat itu. Ayah serta adiknya pun kecewa dan berjanji tidak akan merestui hubungan Soobin dengan pria yang sekarang. Aku bilang ke ibu Soobin aku melakukan ini agar Soobin tidak salah pilih cowok.
Di acara amal, saat Soobin kembali, aku tidak datang. Sampai ibu-ibu bertanya kepadanya, kemana aku pergi sebab ketika Soobin tidak datang, aku datang terus. Lalu banyak ibu-ibu yang menasehati Soobin tentang cinta.
Ketika aku akan pulang kerja, aku dikeroyok sekelompok preman yang ternyata dikepalai oleh pacarnya Soobin. Dia memukuli aku karena ternyata ada temannya yang melihat aku merekam perselingkuhannya dia dulu. Untung aku merekam semua suara dan sempat memanggil SOS kepada polisi. Aku dihajar babak belur hari itu.
Aku dibawa ke rumah sakit dan cowok Soobin dan beberapa temannya berhasil ditangkap. Sejak saat itu aku cuti beberapa hari. Cowok Soobin pun tidak menghubungi Soobin dan sebaliknya dia tidak bisa menghubungi pacarnya.
Sorenya, Soobin mendapat kabar bahwa aku dipukuli orang, sejam kemudian dia mendapat kabar bahwa pacarnya di penjara. Dia lalu mengunjungi pacarnya dan bertanya apa yang terjadi, dia ngomong semuanya, Soobin marah atas kelakuan cowoknya lalu dia memutuskan pacarnya. Dia lalu ke apartemenku untuk bertemu denganku karena sudah lama tidak bertemu dan ingin mengobatiku. Tapi aku tidak ada. Aku pergi ke ibu angkatku di sebuah desa di Korea untuk meminta pertolongan. Ibu angkatku merasa sedih dan terpukul atas kejadian yang menimpaku. Kemudian, Soobin pulang ke rumah orang tuanya dan menceritakan semuanya bahwa ia sudah putus. Kemudian, orang tuanya menunjukkan bukti yang sudah pernah aku berikan kepada ibu Soobin mengenai cowok itu. Soobin pun merasa menyesal atas sikapnya selama ini dan Soobin menyadari di belakang dia, aku selalu berbuat baik untuk dia dan tidak ingin dirinya kenapa-kenapa. Ibu Soobin pun bilang “Sebenarnya Andi itu suka sama kamu lo. Dia selalu perhatian sama kamu meskipun kamu sudah milik orang lain. Saat tau cowokmu tukang selingkuh, dia bilang ke kami, kami  memang awalnya ga percaya, namun dia menunjukkan bukti. Kami diminta tidak memberitahukan kepadamu soal ini agar tidak mengganggu hubunganmu.” Ayahnya menambahkan, “Kami sebenarnya tahu sifat cowokmu itu dari Andi dan kami menunggu saat yang tepat untuk ngomong ke kamu, tapi ternyata kamu sudah putus duluan.”
Sesudah sembuh, aku pun balik ke apartemenku dan aku cukup kaget tak berselang lama setelah aku datang, ada yang datang memencet bel. Ketika aku buka ternyata Soobin. Dia langsung memeluk aku karena sangking senengnya ketemu aku.
Dia melihat bekas lukaku dan dia meminta maaf kepadaku. Dia pun bercerita tentang apa yang ayah ibunya katakan dan dia berterima kasih kepadaku. Dia berjanji tidak akan bersikap dingin lagi kepadaku. Kemudian, malam itu kami menghabiskan malam berdua. Kami tidur bersama, membayangkan menjadi ayah dan ibu, mabuk-mabukan.
Keesokan harinya, aku membuat makan untuk Soobin karena Soobin telat bangun. Dia menyatakan cinta kepadaku ketika dia semalam mabuk. Tapi aku tetap menunggu pernyataan cinta darinya. Setelah Soobin bangun, dia terkejut akan kejutan yang aku buat dan menciumku.
Lalu kami pergi ke pekerjaan kami masing-masing. Sikapnya langsung berubah sama aku dan ia berusaha membuatku jatuh cinta kepadanya. Kami jadi sering ikut acara amal bersama. Ngedate bersama. Pihak entertainment tidak bisa apa-apa karena aku sudah menjadi salah satu pemegang saham terbesar mereka.
Selang beberapa bulan, terdengar kabar bahwa Soobin jadian dengan orang lain. Aku berusaha mencari tahu kebenarannya. Namun tidak berhasil karena ditutupi oleh entertainmennya. Aku berusaha mencari dengan caraku sendiri dan menemukan bahwa Soobin hanya melakukan acting saja demi mempopulerkan artis baru dari entertainmennya. Namun aku sangat terkejut ketika di mall aku melihat sendiri Soobin ditembak dan menerima cowok itu. Aku tidak mengkonfirmasi karena aku mengecek SNS dan menyatakan mereka in relationship.
Di samping itu, aku selalu curhat kepada salah satu member dari girlband tempat Soobin bernaung. Namanya Bona. Aku sangat akrab dengan cewek ini. Dia pun diam-diam menyukaiku. Aku tidak tahu akan hal itu. Dia terus mennjukkan perhatiannya sama aku. Cewek ini cantik dan masuk kriteriaku secara fisik. Namun entah kenapa aku lebih tertarik ke Soobin.
Dia berusaha mendapatkan hatiku. Setiap kali ketemu kami selalu seru-seruan. Aku juga sudah pernah diajak ketemu orang tua Bona. Aku juga diperkenalkan Bona ke teman-temannya. Dia sangat memperhatikan aku.
Besoknya ada acara kumpul-kumpul girlband mereka, aku diajak Bona datang ke sana. Semua merasa aneh karena mereka tahunya aku dengan Soobin. Soobin yang mengetahui cowok yang dibawa Bona itu aku merasa terkejut dan cemburu. Kami bermesraan seperti kekasih, itu membuat Soobin marah dan malah mabuk-mabukan. Soobin membuat suasana tidak terkendali, Soobin bertengkar hebat dengan Bona.
Ketika suasana sudah tenang dan mereka sudah sadar. Mereka dimintai keterangan. Aku dipanggil dan disuruh memilih diantara kedua cewek itu. Aku tidak memilih siapa-siapa agar persahabatan mereka tetap terjalin.
Soobin dan Bona yang kecewa dengan jawabanku akhirnya baikan. Soobin sebenarnya senang karena aku tidak jadian dengan Bona. Aku memilih pilihanku sendiri untuk tidak menggangu mereka. Tapi diam-diam Bona dan Soobin diberitahu oleh managernya bahwa ada kontrak yang harus aku tanda tangani dan aku harus ngomong seperti kemarin. Kemudian aku harus pergi menjauh dari mereka. Setelah mengetahui isi kontrak itu, mereka protes. Namun tidak ditanggapi. Soobin sebenarnya merasa kesepian lantaran aku tidak pernah datang ke entertainmennya lagi. Bona pun begitu, aku sudah tidak pernah mengontak dia lagi. No hpku sudah tidak aktif.
Aku tetap sering memantau perkembangan mereka dengan melihat mereka di konser-konser mereka. Aku bahkan sempat menjadi fotografer dan uploader foto-foto mereka berdua dengan nama alias SooNa. Banyak yang kagum dengan hasil karyaku. Pihak entertainment pun sempat mengontakku dan sempat memberikan penawaran namun tidak aku gubris.
Bona diam-diam mencariku dan ingin meminta maaf. Dan Bona pun ingin bilang cinta sama aku. Namun mereka tidak bisa menemuiku karena aku memilih berada di cabang Jepang untuk sementara waktu.
Saat aku kembali ke Korea, aku sempat ditawari bermain film oleh sebuah entertainment. Aku menerimanya, peranku menjadi seorang ayah dari pemeran utama wanita.  Aku main film 16 episode. Dan ratingnya tinggi. Dalam survey-survey, aku difavoritkan menjadi ayah idaman. Setelah film selesai pun aku dapat banyak penghargaan sebagai cameo dan menjadi salah satu pria idaman di salah satu majalah Korea. Bona dan Soobin yang mengetahui itu berusaha menemuiku namun aku tidak mau menemui mereka. Mereka pun manjadikan aku sosok lelaki ideal. Orang tua mereka pun setuju jika aku menikah dengan anaknya. Kepopuleran tidak membuat aku sombong. Aku tetap memilih dunia keamanan komputer daripada keartisan.
Di Indonesia, aku hanya dikenal sebagai orang biasa. Hanya sedikit teman-temanku yang tahu aku bermain film. Namun aku tetap dianggap orang biasa. Itu membuatku nyaman, karena tidak melulu dikejar-kejar fans.
Beberapa hari kemudian, aku mendengar lewat situs online, kalau Soobin dan pacarnya putus. Aku ditelpon oleh kantorku di Seoul bahwa ada seorang wanita yang nekad tidur di kantor demi menemuiku. Namanya Soobin.
Aku bertanya pada teman Soobin, dia menjawab bahwa ia masih sangat mecintaiku, meskipun dia pacaran dengan orang lain hatinya tetap milikku. Sehingga ia mencariku ketika ia pacaran dulu maupun setelah putus. Aku meragukan bahwa Soobin memang mencintaiku. Aku merasa tidak perlu menggubris perasaan itu karena ia sudah mengkhianati aku 3x.
Setelah aku kembali dari cuti, aku ke kantorku di Seoul dan menjalani kehidupanku. Aku merasa sudah semakin tua. Dan target umurku untuk menikah sudah setahun lagi. Aku mendekati beberapa wanita, blind date namun tidak berhasil.
Suatu hari aku jalan-jalan keliling dan aku bertemu dengan Soobin. Aku menemukan dia menangis di tempat dulunya kita sering bertemu. Aku akhirnya memeluknya dan menenangkannya. Dia sangat merindukan aku. Dia nembak aku dan tidak mau kehilangan aku. Aku memberikan syarat kepada Soobin dan ia berjanji menepatinya.
Setelah kembali ke rumah, aku mendapati Bona sudah ada di depan rumah. Ia mengatakan bahwa ia sudah merelakan aku dengan Soobin dan akan mendukungku. Tapi dia meminta bantuanku untuk menjodohkan dia dengan temanku. Aku bertanya alasannya. Ternyata Bona merasa nyaman dengan temanku yang waktu itu sempat aku kenalin ke dia. Aku bersedia menerima tawarannya sebagai ganti dia membantu aku.
Singkat cerita, aku berhasil menjodohkan Bona dengan temanku dari Indonesia. Dan pernikahan mereka dilangsungkan hanya beberapa bulan setelah mereka jadian. Setelah menikah, mereka gantian yang menjodohkan aku.
Aku dan Soobin datang ke acara amal bersama kembali. Mereka menyabut kami dengan gembira dan berharap kami jadian. Aku sebenarnya sudah membuat rencana untuk nembak Soobin dan aku sudah meminta bantuan mereka beserta ayah dan ibu Soobin. Sebelum acara selesai, aku pergi duluan, setelah acara selesai, ibu-ibu itu mengajak Soobin ke dalam ruangan yang gelap. Aku menyanyi dan bermain piano begitu lampu dinyalakan. Setelah selesai, aku turun ke panggung dan melamar Soobin. Soobin pun tercengang atas atas aksiku. Dia bingung mau jawab apa. Penonton yaitu ibu-ibu peserta acara amal, ayah, ibu Soobin, adik Soobin, Bona dan suaminya berteriak “Terima, terima, terima…”. Akhirnya setelah diam agak lama, dia menjawab “Mau”. Aku dan seluruh orang di ruangan menjadi riuh karena kejadian itu.
Beberapa hari kemudian, kami menyiapkan pesta pernikahan. Kami berencana menikah di Korea. Soobin aku bawa ke orang tuaku di Indonesia. Dan mereka merestuiku. Akhirnya kami menikah dan aku mengundang teman-temanku dari indonesia, Jepang dan jerman. Kami membiayai tamu undangan, hotel dan tamasya di Korea selama 7 hari. Kami memiliki 2 anak dan hidup bahagia.
END.

Hayalanku 5

                Suatu hari, banyak cewek yang mulai mendekatiku. Karena aku sudah mapan dan terkenal. Namun, aku tetap belum menemukan tambatan hatiku. Aku terus memilah-memilih cewek. Aku tidak mau sembarang memilih cewek.
                Beberapa bulan kemudian, adik cewek dari teman SDku yang hampir setiap hari kami selalu saling kontak mulai mendekatiku. Dulu aku sempat sayang sama dia namun, ia tidak merespon cintaku itu. Namun aku jalani saja.
                Suatu hari, aku kontak-kontakan lagi dengannya,  dia bercerita dia sudah diputusin sama cowoknya. Cowoknya memilih cewek lain alias tukang selingkuh. Aku berusaha untuk mengurangi intensitas kontak-kontakan kami, karena hatiku masih sakit.
Suatu hari, dia bertanya kepada orang tuanya tentang memilih pria untuk dijadikan pasangan. Orang tuanya lalu menasehatkan carilah pasangan yang mau terima kamu apa adanya, menghargai kamu. Kemudian, ibunya bertanya ada ga cowok yang selalu ada buat kamu dikala sedih maupun susah? Setelah itu, dia masuk kamar dan merenung. Saat merenung, dia juga membuka Youtube dan menemukan channel Youtubeku. Dia merasa terhibur melihat channelku meskipun channelku bukan channel hiburan. Dia lalu tersadar bahwa kriteria yang disebutkan orang tuanya ada padaku.
                Kemudian, dia berjuang mati-matian mendekatiku, karena ia merasa yakin di dalam hatinya bahwa aku adalah orang yang ia butuhkan. Di satu sisi, dia menyesal kenapa dulu dia tidak meresponku. Dalam sebuah pertemuan, aku hanya bilang, “Jika kamu mau menjadi bagian dari hidupku, kamu harus menyembuhkan luka hati ini.”
                Dia datang ke kantorku setiap hari. Mengajakku bertemu. Mengajaku keluar ketika weekend. Aku menyadari kalo dia begitu mencintaiku. Tapi aku dihadapkan pada banyak pilihan wanita yang mendekatiku. Ada yang mendekati dengan alasan uang, ada yang ingin balikan sama aku karena aku sudah mapan, kemudian ada yang ingin cepat kawin karena usia, dll.

                Setelah liburan di luar negeri, aku memutuskan untuk merespon adiknya temans SDku itu dan menjadikan dia istriku. Aku merespon apa yang dia lakukan. Aku mulai melakukan pdkt dengannya sampai akhirnya kami menikah.

Hayalanku 4

Suatu hari Soobin minta bertemu denganku. Ia menceritakan problem anaknya yang bandel banget. Tapi di satu sisi, ia mengidolakan aku. Ia meminta bantuanku untuk mendidik anaknya. Aku awalnya bertanya apa boleh sama suamimu? Dia berkata boleh. Akhirnya aku mendidik anak itu sampai kuliah selesai.
Di satu sisi, aku juga meminta bantuan Soobin untuk mendidik anaku juga. Karena anak cowoku ini selerea ceweknya seperti Soobin. Anaku malas dan tidak mau berubah. Soobin langsung meyetujuinya.
Pendidikan yang aku berikan membuat anak Soobin menjadi sepertiku. Soobin merasa ada aku di setiap hari hidupnya. Ia menjadi lebih menyayangi anak itu dari anaknya yang lain.
Kami jadi saling bertemu untuk membicarakan anak kami masing-masing. Benih-benih cinta pun kembali muncul di hati Soobin. Dia mulai mendekatiku. Dia menjadi terbuka terutama soal suaminya. Anak-anak kita menyetujui hubungan kami. Anaku dan anak Soobin mengidolakan kami jika punya pasangan.
Kami akhirnya terlibat cinta terlarang. Meskipun, kami sudah saling punya pasangan, akhirnya cinta kami beralih dari pasangan kami. Kami sering bertemu dan menjadi seperti orang pacaran. Soobin mengajaku kencan. Aku bilang jangan, namun dia tetap memaksa. Dia mengaku sangat mencintai aku. Dia baru sadar setelah menikah bahwa lebih baik sama aku. Banyak orang yang tidak mengetahui kalau kami saling mencintai, mereka menyuruh kami menikah karena melihat kecocokan kami.
Soobin pun sering berhubungan intim denganku berulang kali untuk mengungkapkan sayangnya sama aku. Dia mencoba menjadi wanita yang terbaik untukku ketika kami bertemu. Aku dan Soobin merasakan sebagai pasangan suami istri yang sebenarnya.
Sampai suatu hari, Soobin hamil. Suaminya bingung karena sudah lama tidak berhubungan intim. Soobin berbohong bahwa ketika suaminya pulang mabuk beberapa hari yang lalu ia mengajak Soobin berhubungan intim. Namun, Soobin mengaku kepadaku bahwa itu anak kita berdua. Ia berjanji akan merawat anak kita dengan baik. Sampai tuapun kami jadi sering bertemu karena anak-anak kami. Anak-anak kami sebenarnya menyetujui jika kami bersatu.
Suatu hari ketika pasangan kami sudah tiada. Kami yang sudah kakek nenek bersatu menjadi satu rumah, anak-anak kami membelikan kami rumah. Dan kami masih merasakan cinta yang berkobar. Cucu kamipun mengidolakan kakek-nenek ini sebagai pedoman istri/suami masing-masing.

Hayalanku 3

Aku Andi. Aku adalah manager artis dari WJSN. Aku setiap hari tinggal satu dorm dengan WJSN. Aku mengurusi setiap kebutuhan WJSN. WJSN adalah girlband dengan 13 member. Cukup sibuk sih. Namun mereka selalu perhatain sama aku. Begitu pula aku. Perhatianku ke mereka melebihi perhatianku ke ceweku.
Suatu hari, Aku entah kenapa sangat terkesan dengan Eunseo. Perhatiannya, penampilannya, sikapnya, dll. Aku merasa terpesona dengannya.
Rasa itu lama-lama menjadi cinta. Eunseo sepertinya merasakan juga namun memilih untuk mengabaikannya. Setiap perhatian, sikapku disambut baik oleh Eunseo. Aku melakukan pdkt selama beberapa bulan. Akhirnya aku memberanikan diri menyatakan cinta kepadanya. Dia menolakku, namun sejak itu dia menjadi canggung sama aku. Pihak Entertainment S mengetahui hal itu. Akhirnya aku dikeluarkan dari Entertainment itu.
Lalu aku bekerja sebagai manager dari Entertainment baru, A Enterntainment. Beberapa bulan kemudian, aku sukses mambawa girlbandku bersaing dengan girlband papan atas. Entertainmentnya WJSN juga melihat itu, mereka ingin menarikku kembali, tapi mereka takut jika aku jatuh cinta lagi dan karena anak CEO S Entertainment suka dengan Eunseo. Sebenarnya saat pdkt dengan Eunseo, terjadi perubahan besar pada diri Eunseo menjadi lebih baik dan grafik performance per individu menajdi naik, dia menajdi lebih care.  Aku merasa nyaman di A Entertainment dan aku menjadi orang yang paling dipercaya.
Beberapa tahun kemudian, aku mendengar bahwa Eunseo sudah menikah dengan anak CEO itu. Aku memang tidak diundang saat itu. Namun teman-teman Eunseo menyampaikan kado dari Eunseo kepadaku, mereka bilang itu sebagai ucapan terima kasih dari Eunseo karena telah merubahnya menjadi lebih baik.
Satu tahun kemudian, teman-teman Eunseo bercerita bahwa sebenarnya Eunseo tidak bahagia menjalani kehidupannya bersama anak CEO itu. Suaminya manja, tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah, memimpin perusahaan juga tidak bisa, ia bilang masih lebih baik aku. Aku merasa prihatin. Di akhir pertemuan, mereka memberikan nomor Eunseo kepadaku kalau-kalau Eunseo menghubungi aku.
Eunseo sebenarnya selalu ingin bertemu aku, namun selalu tidak bisa. Eunseo lalu menelponku dan sharing tentang problemnya. Aku beri solusi dan nasehat ke dia. Sejak saat itu kita jadi saling kontak. Aku tapi menganggapnya biasa saja. Karena aku tidak mau dibilang perusak hubungan orang.
Kami merencanakan pertemuan diam-diam. Akhirnya kami bertemu. Kami ngobrol panjang lebar. Di sana terungkap bahwa setelah kepergianku, di dorm terasa sepi. Eunseo juga merasa kesepian, meskipun banyak teman di sana tapi ada yang hilang. Manager barupun tidak bisa menyaingi pelayananku. Kemudian di pertemuan itu, Eunseo mencium pipiku. Aku tanya mengapa. Tapi dia tidak menjawab. Sejak saat itu, aku jadi sering bertemu dengan Eunseo.
Penggantian CEO dimulai, ternyata anak CEO itu menjadi penerus perusahaan. Dalam beberapa bulan menjalankan kepemimpinan, perusahaanya goyah. Akhirnya Eunseo harus membantu perusahaan sebagai istri dari CEO. Para pemegang saham, melihat Eunseo lebih cocok menjadi CEO. Namun, anak CEO itu tidak mau direbut posisinya.
Akhirnya meskipun CEOnya tetap suaminya, Eunseo yang bekerja keras. Lama-lama ia capek setiap hari harus seperti itu. Dia berusaha merekrutku untuk membantunya. Namun aku tidak mau. Namun, Eunseo memohon dengan sangat, ia menceritakan bahwa ia butuh bantuan sekali, ia menceritakan hidupnya selama ini. Akhirnya aku mau membantunya. Aku diperkenalkan ke para pemegang saham sebagai asistennya Eunseo.
Eunseo mulai bekerja bersamaku. Di satu sisi, Eunseo mulai jatuh cinta sama aku. Ia pdkt kepadaku. Para pemegang saham pun memihak kepada Eunseo. Satu per satu lini perusahaan menjadi normal dan menghasilkan.
Suami Eunseo ikut senang dengan pencapaian Eunseo. Namun para pemegang saham dan merasa tidak senang, karena CEOnya bukan suami Eunseo namun Eunseo saja. Karena pemegang saham merasa Eunseo yang mengerjakan semuanya.
Eunseo dan aku semakin dekat. Banyak project-project perusahaan yang kami kerjakan bersama. Suatu saat, saat sedang bekerja di kantor, Eunseo melakukan seduce ke aku. Aku tidak tahu kenapa. Di dalam kantor, aku dan Eunseo akhirnya melakukan hubungan seks. Sambil melakukan seks, dia bercerita kalau dia jarang dibelai karena suaminya selalu pergi dari rumah setiap malam dan pulang pagi. Dia butuh seseorang seperti aku. Dia menyatakan cinta ke aku. Setelah selesai seks, aku merasa bersalah, namun Eunseo meyakinkan aku bahwa apa yang aku lakukan tidak salah.
Beberapa hari kemudian, aku menjaga jarak dengan Eunseo. Namun Eunseo yang selalu mendekatiku dan ia menyakinkan aku untuk mencintainya. Aku bingung karena ia bukan milikku. Setiap kali bertemu, Eunseo selalu berusaha melampiaskan nafsunya sama aku. Aku yang awalnya tidak mau, akhirnya selalu mau diajak berhubungan. Hubungan kami ini tidak terendus siapa pun.
Berulang kali melakukan, akhirnya Eunseo hamil. Namun anak CEO tidak mengetahui bahwa itu anak hasil hubunganku dengan Eunseo. Saat hamil, Eunseo menyuruhku mengambil alih. Akhirnya aku yang mengambil alih. Perusahaan menjadi semakin jaya.
Setelah Eunseo kembali ke perusahaan setelah melahirkan, ia menjadi lebih dekat dengan aku. Hal itu diketahui suami Eunseo dan ia marah besar. Ia lalu mengeluarkan aku. Aku merasa sedih akan hal itu. Hal itu sempat ditentang oleh pemegang saham, namun karena CEO juga mengganti para pemegang saham.
Aku kembali ke Indonesia, Aku berusaha mendirikan perusahaanku sendiri. Aku mendirikan K Entertainment dari Indonesia yang bervisi global. Aku berusaha ke sana kemari mencari dana dan talent. Aku dibantu teman-temanku.
Beberapa bulan kemudian, Eunseo datang  dengan banyak orang. Mereka rupanya anak Eunseo dan para pemegang saham. Mereka menyatakan bergabung dengan perusahaanku. Eunseo menyatakan bahwa ia telah bercerai dari suaminya karena sudah tidak tahan. Ia membawa serta anaknya yang masih bayi dan para pemegang saham, mereka pun merasa sudah tidak betah dengan perusahaan lama mereka setelah kepergianku. Akhirnya perusahaanku mendapat sokongan dana besar.
Aku dan temanku serta Eunseo berhasil menjalankan perusahaan kami. Kami memasuki pasar banyak negara. Dari Asia, Amerika dan Eropa. Dengan K-Pop based kami mudah merajai pasar K-Pop diluar Korea. Dalam perjalanan perusahaan ini, temanku akhirnya menemukan pujaan hatinya. Ia adalah Bona. Teman Eunseo di WJSN.
Beberapa bulan kemudian, kami menikah. Eunseo merasa senang akhirnya bisa menikah dengan orang yang dicintainya. Kami memiliki 1 anak lagi. Anak kami menjadi dua. Dan kami hidup bahagia.
End.

Hayalanku 2

Aku Andi. Aku adalah seorang Kepala cabang Korea dan Jepang untuk sebuah perusahaan keamanan komputer (antivirus payung) dari Jerman. Aku adalah penggemar KPop. Aku sering sekali menonton konser KPop. Girlband favoritku WJSN. Anggota favoritku Eunseo.
Suatu hari sebuah Entertainment sedang mencari cowok yang terkenal dan kaya untuk dijadikan skandal dengan Eunseo dalam rangka comeback WJSN. Aku mendengar tawaran itu dan menyatakan ketertarikanku. Namun aku harus bersaing dengan banyak pria. Ada yang pengusaha, CEO, anak pejabat tinggi Korea. Setelah melalui seleksi, aku tak menyangka akan dipilih. Aku senang sekali pada waktu itu.
Namun ternyata Eunseo tidak mau disuruh pacaran sama siapa-siapa. Waktu pertama kali ketemu, Eunseo sudah menunjukkan ketertarikannya. Aku hanya bisa mengikuti saja. Aku memanfaatkan kesempatan untuk PDKT. Aku kontak, telp dan bertemu dengannya sering. Setelah waktunya. Aku nembak dia, namun ditolak.
Namu di sisi lain, ada seorang member lain  yang diem-diem merhatiin aku. Mengikuti perkembangan pacaranku dengan Eunseo. Dia ingin memiliki gaya berpacaran seperti itu. Aku menjadi teman dekat cewek ini juga. Nama cewek ini Bona. Dia menilai aku itu orangnya humoris, punya banyak bakat, udah mapan. Di dalam hatinya aku ini masuk kriterianya.
Meskipun aku ditolak, skandal itu tetap berlangsung. Selama skandal  pun  aku tetap melakukan pdkt kepada Eunseo. Aku berusaha sebaik mungkin. Skandal itu masuk ke berita-berita nasional Korea maupun Internasional. Aku pun makin dikenal sebagai CEO.
Pada saat skandal itu akan berakhir, aku menyatakan cintaku yang terakhir. Aku ingin memastikan perasaanku. Dan apakah Eunseo ada perasaan sama aku. Namun kembali ditolak. Aku hanya bisa pasrah.
Setelah masa kontrak skandal habis aku pun pergi dan menjalani kehidupanku lagi normal. Setelah kepergianku, Eunseo merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Dia berusaha melupakan aku. Namun, dia tidak bisa melupakanku.
Aku pun semakin dekat dengan Bona. Namun pihak entertainment melarang kami berpacran karena aku pernah terlibat skandal dengan Eunseo. Kami hanya bisa berteman dekat. Bona masih mengagumiku dan rasa sayangnya sama aku semakin besar. Dia sering kontak, telp dan kalau jadwal kosong, dia langsung mengajaku pergi. Aku lama-lama menyukai Bona.
Suatu hari, Bona pergi sama aku. Pada sat pergi itu, dia nembak aku. Aku bingung harus menerima dia atau tidak. Aku berpikir bahwa aku merasa nyaman dengan dia, akhirnya aku menerima dia. Kami berpacaran. Kami melakukannya dibelakang pihak entertainment (backstreet).
Eunseo suatu hari memergoki kami sedang pacaran. Aku heran karena dia mengucapkan selamat kepada kami. Namun aku bilang kepada Eunseo agar tidak bilang kepada siapapapun. Pada saat pulang ke dorm, Eunseo ternyata menangis, karena hatinya merasa sakit melihat aku dengan Bona. Diam-diam Eunseo mulai menjauhi Bona. Karena Eunseo merasa cemburu dengan kami.
Suatu hari, dia bertemu kami saat kami berpacaran. Di dalam hatinya sebenarnya dia menyayangi aku. Tapi entah kenapa dulu dia nolak aku. Dia mulai selalu ingin tahu tentang aku. Dia merasa makin sakit saat melihat kami berpacaran.
Eunseo terus menahan rasa sakit itu. Sampai akhirnya dia melaporkan Bona ke pihak Entertainment karena berpacaran denganku. Aku akhirnya putus dengan Bona. Aku yang memutuskan Bona karena Entertainment akan memasukkanku ke penjara jika masih pacaran dengan Bona. Bona pun sedih. Aku tidak mengatakan alasan sebenarnya
Aku merasa sakit hati sebenarnya. Namun aku tetap tenang, aku memilih kembali ke Jepang untuk sementara waktu. Bona membenciku karena hal itu. Hubungan Bona dan Euseo menjadi semakin dekat karena aku mutusin Bona.
Suatu hari, terungkaplah alasan sebenarnya aku mutusin Bona pada saat Eunseo sedang mabuk. Bona sangat marah. Aku yang sudah tidak berhubungan dengan mereka, tiba-tiba mendengar kabar bahwa Bona mencari-cari aku gara-gara ia merasa bersalah kepadaku.
Aku saat itu berkomitmen untuk tidak ke Korea untuk sementara waktu.  Kantor perusahaanku sering didatangi Bona kalau-kalau aku ke sana. Namun selalu tidak bertemu denganku.
Suatu hari ada acara amal ke Korea, aku ikut acara amal itu. Di acara aku selalu membantu orang-orang di sana, ada seoarang pasangan orang tua yang terkesan dengan pekerjaanku. Mereka menginginkan menantunya itu seperti aku. Aku tidak tahu bahwa itu ayah dan ibu Eunseo. Aku terus bersahabat dengan mereka dan mereka menganggap aku anak mereka. Di acara amal itu, Bona sempat melihat aku namun ia tidak yakin bahwa aku ada di sana. Sehingga ia tidak menghampiri aku.
Keesokan harinya aku ada wawancara tv live. Di acara itu aku ditanya soal cewek idamanku. Aku menjawab harus standar kecantikan Korea secara fisik dan secara sikap harus baik. Kemudian, aku ditanya cewek Korea yang menjadi favorit. Namun aku menyebutkan inisial. Karena aku takut nanti ada skandal. Bona mengetahui siaran itu dan buru-buru ke studio tempat syuting live. Setelah acara selesai, Bona menghampiriku dan meminta maaf. Aku memaafkannya. Dia lalu mengajaku balikan. Namun aku belum bisa menjawab.
Selama seminggu kami kontak-kontakan, telponan, pergi bareng. Dan kemudian, aku memberikan jawaban. Aku menjawab ya. Akhirnya kamipun pacaran lagi. Hal itu diketahui Eunseo, Eunseo merasa jengkel. Namun, ia bisa menghadapi itu dengan tabah hati.
Beberapa bulan kemudian, Eunseo memergoki Bona lagi ngedate sama cowok lain. Dia merekam dan memfotonya. Dia menyimpannya dalam ponselnya. Dia mengkonfirmasi siapa cowok itu dalam suatu kesempatan. Bona menjawab bahwa itu pacarnya. Dia mengetahui bahwa Bona memiliki banyak cowok. Eunseo disuruh merahasiakannya dari semua orang. Eunseo yang tidak ingin aku tersakiti, dia mengirimkan semua bukti itu ke aku. Aku merasa tidak percaya awalnya. Aku mengkonfirmasi ke Bona, Bona bilang tidak. Aku akhirnya tambah benci ke Eunseo.
Beberapa minggu kemudian, di sebuah mall. Aku memergoki Bona lagi makan dengan seorang cowok. Mereka mesra sekali. Aku akhirnya melabrak Bona di pintu masuk sebuah café dan cowok itu marah dan berkata bahwa ia cowoknya. Aku sangat kecewa dan aku bilang ke Bona kita putus.
Akhirnya aku sadar bahwa Eunseo benar. Aku langsung hari itu juga menghubungi Eunseo untuk ketemu namun ia tidak membalas. Aku menghubungi mangernya namun tidak tahu keberadaan Eunseo. Aku mencari ke seluruh tempat yang biasa ia datangi. Setelah lama mencari, aku melihat di atas sebuah gedung ada yang mau bunuh diri. Aku melihat dari kejauhan bahwa itu Eunseo. Aku berusaha ke sana untuk menyelamatkannya. Aku panggil polisi terlebih dahulu untuk berjaga di bawah. Akhirnya aku naik ke atap gedung dan berbicara pada Eunseo. Eunseo merasa putus asa meyakinkan aku dan hidupnya serasa sudah tidak berguna. Aku berusaha meyakinkan dia dan menjelaskan semuanya. Eunseo tetap nekad melompat. Namun saat itu dengan sigap tanganku meraihnya dan membuatnya jatuh ke lantai gedung. Eunseo menangis dan aku pun juga. Aku memberikan kepadanya ciuman kasih sayang. Kami pun bisa turun gedung dengan selamat.
Gara-gara kejadian itu keesokan paginya muncul banyak berita. Entertainmentnya sampai bingung mau bilang apa. Aku dan Eunseo dipanggil ke sana. Kami disuruh memberikan press conference. Kami pun memberikan press conference sesuai dengan arahan Entertainment itu, berita itu pun berlalu.
Eunseo dan aku pun tetap berhubungan. Kami saling memperhatikan, saling membutuhkan dan saling menyayangi seperti orang pacaran. Sampai-sampai Bona dan teman-teman di Entertainment merasa iri dengan romatisnya hubungan kami. Di momen Valentine, aku nembak Eunseo, dia menerima aku. Akhirnya kami pun pacaran.
Enam bulan kemudian, Eunseo mendadak hilang kontak. Aku bertanya ke managernya dan teman-temannya tidak ada yang memberitahu. Dan ternyata, aku melihat dia berpacaran dengan orang lain. Beberapa hari setelah itu, muncullah berita Eunseo dating dengan cowok itu. Aku berusaha mengkonfirmasi ke Eunseo dan dia mengatakan ya bahwa dia pacaran dengan cowok itu. Kemudian, dia memutuskan aku demi cowok itu.
Beberapa bulan setelah itu, Entertainmentnya membuka kesempatan untuk memiliki saham. Aku membeli 15% saham.  Pembelian saham itu aku maksudkan agar aku bisa bebas menemui WJSN. Aku memiliki banyak saham di berbagai entertainment. Suatu hari, aku dengar kabar bahwa Eunseo diputusin sama cowok itu. Dia merasa sedih sekali. Eunseo berusaha mencari teman yang mengerti dia. Meskipun sudah cerita kemana-mana, dia tidak bisa menemukan yang seperti aku. Hari dimana ia putus merupakan hari aku akan pulang ke Indonesia. Eunseo terus mencari aku. Sehari sebelum berita itu muncul, aku menitipkan surat ke managernya untuk diberikan ke Eunseo. Besoknya, aku melihat berita bahwa Eunseo telah putus. Aku tidak peduli dengan berita itu. Malam setelah dia putus, dia merenung dan semua ingatannya tertuju kepadaku. Eunseo merasa bahwa tidak ada yang bisa menggantikan aku. Ia terus mencari aku dan bertanya pada mangernya kalau-kalau bertemu aku. Managernya memberikan surat dariku. Dia langsung cepat-cepat membuka dan membacanya. Isinya bahwa aku pergi dan semoga dia bahagia dengan cowoknya. Managernya bilang, Andi sebenarnya orangnya baik, dia teman baikku, namun dia sering dikecewakan wanita. Manager itu menyuruh Eunseo mengejar aku jika memang Eunseo menyayangiku dan tidak ingin kehilangan aku. Aku menuliskan hari dan jam keberangkatanku juga di kertas itu. Managernya juga bilang bahwa ini adalah kesempatan terakhir bertemu dan Ia akan kembali ke Indonesia untuk mencari cewek yang sesuai hatinya dan jika ketemu dia ingin jadikan istrinya dan Andi tidak akan kembali lagi ke Korea. Eunseo dengan menangis langsung menuju bandara untuk mencariku. Aku masih mengunggu di jalan karena macet. Eunseo yang tiba lebih dulu mencariku di bandara, namun tidak menemukan aku. Lalu ia menangis di bandara. Menyesal karena kenapa dia memutuskan hubungan dengan aku. Akhirnya aku datang di bandara. Aku melihat seorang wanita yang jongkok sambil menangis. Aku mengenalinya sebagai Eunseo. Aku langsung menghampirinya dan meraih tangannya supaya ia berdiri. Begitu Eunseo berdiri, ia menangis sambil memukul-mukul aku dan bilang jangan pergi. Eunseo juga meminta maaf gara-gara mutusin aku. Aku berusaha meredakan tangisnya. Dan aku menjelaskan bahwa aku akan cukup lama berada di Indonesia dan belum akan kembali ke Korea dalam waktu lama. Aku bilang ke Eunseo bahwa dirinya orang yang satu-satunya aku cintai. Lalu aku mengajak Eunseo balikan. Dia mau, akhirnya kami jadian dan saling mencium bibir di bandara.
Aku tetap harus balik ke Indonesia dan memimpin antivirus paying cabang Indonesia. Aku juga memimpin startup baru yang aku dirikan bersama teman-teman SMAku. Startup ini tentang kemanan komputer. Kami satu-satunya yang memiliki teknologi ini dan kami sedang dalam usaha untuk mematenkan inovasi ini. Dalam beberapa bulan, startup kami dikenal luas sampai pasar global. Akhirnya aku memutuskan untuk fokus ke startupku. Kami sering diminta oleh korporat, pemerintah maupun individu untuk menangani masalahnya keamanan  komputernya. Pada akhir tahun terbitlah artikel Top 10 CEO muda di dunia yang masih jomblo. Aku masuk no 7 di daftar itu beserta startupku. Sejak saat itu, aku mulai didekati banyak wanita termasuk wanita yang tidak melirik aku dulu, termasuk para sosialita. Aku  sudah tahu bagaimana cewek-cewek itu, sehingga aku mengabaikan mereka. Aku ke Indonesia berusaha menemui adik temanku yang sudah lama ingin aku jadikan ceweku. Ketika aku datang, para tetangga mengenali aku sebagai yang ada di majalah itu. Langsung satu kampung heboh. Aku menemui cewek itu dan mengajaknya jalan. Ternyata terungkap bahwa ia sudah punya cowok. Hatiku pedih karena itu, karena sebenarnya aku meninggalkan cewek ini tanpa mengatakan putus. Akhirnya aku menyerah dan membiarkan dia bahagia dengan cowok lain. Sejak bertemu itu, perasaanya tumbuh lagi. Dia mulai mencintaiku.  Aku tidak tahu akan hal itu. Aku hanya menggapnya teman.
Suatu hari, dia memutuskan untuk balik lagi sama aku. Dia mengajakku jalan, dia bercerita bahwa dia diselingkuhi oleh cowoknya, kemudian dia nembak aku. Aku menolak secara halus. Karena hatiku masih sakit. Saat pertemuan, aku bercerita ia adalah motivasi aku balik ke Indonesia. Kalau dia masih single aku akan melamarnya. Namun aku sudah sakit hati karena ia berpacaran dengan orang lain di depan mataku sendiri saat aku masih berharap padanya dan aku belum mutusin dia. Aku bilang kepadanya, kalau kamu mau menjadi pacarku, kamu harus mendekatiku dan membuatku jatuh cinta sama kamu.
Aku merasa diperebutkan oleh Eunseo dan adik temanku ini. Aku merasa bingung harus memilh yang mana, setelah berpikir panjang akhirnya aku memilih Eunseo. Eunseo sering mengontakku meskipun aku di Indonesia. Aku merasa terkesan. Dia begitu menginginkan aku.
 Aku terbang ke Korea, langsung menemui Eunseo. Aku berada di Korea selama beberapa bulan untuk mendirikan perusahaan startupku cabang Korea. Tidak mudah, namun setelah beberpa bulan berjalan, menjadi sangat populer. Setelah itu aku menanamkan investasi ke beberapa perushaaan dan membeli berapa aset.
Eunseo mengajakku bertemu dengan orang tuanya. Aku tidak tahu bahwa dua orang yang dulu mengagumiku saat acara amal adalah orang tua Eunseo. Ibu Eunseo langsung mengenaliku ketika aku datang. Eunseo kaget. Kemudian kami makan malam bersama dan berbincang-bincang. Aku mengetahui Eunseo lebih dalam lagi mengenai diri Eunseo melalui makan malam. Lalu aku bilang bahwa aku ingin menjadikan Eunseo istriku. Mereka terkejut tapi langsung menyetujui.
Aku terkejut. Tapi memang berharap aku menjadi menantu mereka. Mereka menganggap aku cocok dengan anak mereka. Mereka bercerita tantang anak mereka sewaktu acara amal dulu dan aku tertarik sebenarnya mendekati anaknya.
Beberapa minggu kemudian, aku mengajak Eunseo ke rumahku. Aku kenalkan pada orang tuaku. Mereka menyerahkan keputusan ke aku. Eunseo pun merasa senang.
Aku membawa kedua orang tuaku dan Eunseo membawa kedua orang tuanya untuk bertemu keluarga besar. Kami makan bersama dan saling berbincang. Kedua orang tua kamipun memilki kecocokan. Adik Eunseo pun akrab dengan adikku.
Aku dan Eunseo mulai merencanakan pernikahan. Kami akan menikah di Korea dan mengadakan resepsi di dua negara. Kemudian kami pergi bulan madu ke Eropa.  Semua direncakanan dalam waktu 3 bulan, dan mendapat bantuan dari Entertainmentnya Eunseo. Menjelang hari pernikahan, aku mendapat penghargaan sebagai CEO perusahaan startup terbaik di Korea, aku juga mendapat tawaran main film juga.
Mendekati hari H pernikahan, banyak sponsor yang mensponsori pernikahan kami. Aku sangat bersyukur akan banyak yang mensponsori. Orang tua kami pun pakaiannya disponsori oleh sponsor. Aku merasa bingung dengan banyaknya sponsor yang ada.
Hari H pun datang, kami menikah dengan 100% produk sponsor melekat di tubuh dan  pernik pernikahan kami pun juga dari sponsor. Resepsinya cukup melelahkan karena berlangsung di dua negara. Namun itu luar biasa. Kami menjalani semua prosesi sampai selesai.
Kami berdua berbulan madu ke Eropa. Kami habiskan 1 munggu untuk ke Eropa. Kami ke sana menggunakan jasa tur yang kami pilih. Kami benar-benar senang.  Teman-teman kami mengucapkan selamat. Ada beberapa temanku yang heran bagaimana aku bisa mendapatakan orang Korea. Ada dari mereka yang meminta dikenalin ke orang Korea.
Satu bulan kemudian, Eunseo menunjukkan tanda-tanda hamil. Lalu aku meeriksakannya ke dokter dan dokter menyatakan bahwa Eunseo hamil. Aku senang sekali dan yang paling senang adalah ibu Eunseo sampai-sampai dia ngomong ke tetangga. Beberapa hari kemudian, terpublish informasi bahwa Eunseo hamil. Kemudian, aku lagi-lagi mendapatkan sponsor untuk anak kami.
Sembilan bulan kemudian, Eunseo melahirkan anak pertama kami. Kami merawatnya dengan penuh cinta. Dan foto-foto anak kami banyak terpublish di internet. Anak kamipun menjadi lebih terkenal daripada kami.
Satu tahun kemudian, Eunseo kembali hamil. Banyak yang terkejut. Banyak juga sponsor yang sudah menanti sejak anak kami pertama. Anak kami yang kedua  pun menjadi populer. Di sisi lain, kami menjadi pintu gerbang pertemuan Indonesia-Korea dalam mencari pasangan. Kami memanfaatkan ini untuk membuat bisnis bersama.
Kesuksesan kami yang pertama adalah, kami berhasil menjodohkan temanku Danny dengan Apink’s Naeun. Sempat tersebar rumor juga kalau menikah dengan orang Indonesia anak bakal ganteng-ganteng dan cantik-cantik seperti anak kami. Perusahaan kami juga membuka jasa tur dan wedding Indonesia-Korea.
Kami pun sering diminta syuting tentang keluarga. Perusahaan kamipun menjadi Konsultan keluarga dari banyak keluarga baru. Dan perusahaan kami mengeluarkan advice bagi orang Indonesia dan Korea dalam menjalani hidup.
Kamipun menjalani hidup sebagai satu keluarga ayah, ibu dan dua anak. Kami mengelola perusahaan sendiri. Aku pun disibukkan dengan mengelola beberapa perusahaan termasuk yang aku dirikan dulu di Indonesia. Namun demikian kami merasa bahagia menjalaninya.
END

Minggu, 05 Februari 2017

Hayalanku 1

Aku Andi, aku adalah orang yang bekerja di sebuah perusahaan di Semarang. Aku menyayangi seseorang yang merupakan adik dari temanku sendiri. Aku melakukan pendekatan sudah berbulan-bulan, namun belum dapat respon yang baik. Dia adalah seorang cewek anak sekolah SMA Sedes. Dia adalah penyuka drama Korea. Aku berjuang mendapatkannya dengan melihat beberapa drama Korea sebagai inspirasi. Sudah ketemuan, jalan bareng yang menurut film Korea bisa membuat cewek klepek-klepek namun dia tidak meresponku. Aku tetap menjalaninya saja.

  Suatu hari aku mendapat pangggilan psikotes ke Jakarta, akhirnya aku pergi ke sana. Setelah beberapa minggu dihubungi bahwa aku diterima di perusahaan itu. Akhirnya aku pindah dari Jakarta. Di beberapa hari terakhirku, aku nembak dia, rasanya was-was, namun setelah kukatakan semuanya, dia tetap menolak aku karena dia merasa lebih cocok menjadi teman. Sakit, namun aku jalani saja sebagai bagian dari belajar. Namun berkat dia, aku bisa berubah menjadi orang yang bisa memainkan piano, menyanyi, berolahraga sehingga menjadi atletis, mengerti wanita dan lain sebagainya.
   Di Jakarta sulit sekali menemui pekerjaan part time, aku berusaha sebaik mungkin untuk lebih cepat mendapatkan penghasilan sediri dan mapan. Aku berusaha agar tetap survive. Kemampuanku di bidang IT. Spesialisasiku tentang kemanan komputer bagian yang menangani virus komputer. Aku memiliki bidang yang jarang orang bisa melakukannya. Namun aku tidak menyerah, aku selalu mengikuti forum-forum, menerbitkan artikel di blogku, menghadiri seminar-seminar.  Impianku adalah bisa membangun perusahaan IT sendiri. Passionku mendorong aku terus belajar. Sampai suatu hari postinganku disukai oleh banyak orang yang ahli di dunia Keamanan Komputer dan aku ditawari bekerja oleh M*crosoft. Aku menerima pekerjaan itu. Aku pindah ke Singapore dan bergabung dengan tim M*crosoft Cyber Security Center cabang Asia. Aku tetap dengan hobiku menulis artikel dan menerbitkannya di blogku. Suatu hari, artikel-artikelku semakin dikenal, dan aku mulai menulis di Koran, majalah dan ditunjuk sebagai pembicara dalam seminar-seminar kemanan komputer dan menjadi semakin terkenal. Banyak perusahaan berusaha mendapatkan aku.
   Suatu hari datanglah tawaran dari Av*ra, perusahaan favoritku. Aku menerima tawaran itu dan mulai bekerja di sana. Aku merasa bersemangat karena itu perusahaan impianku. Beberapa tahun kemudian, aku pun sukses dan menduduki posisi sebagai Chief Technology Officer. Namun karena perkembangan yang kurang baik di cabang Jepang dan Korea, aku dipindahkan ke Jepang sebagai Head of Av*ra Branch Japan and Korea. Di sini aku berhasil mengembangkan karirku dengan baik dengan bolak balik Jepang-Korea.
   Di sini, aku juga terkena demam Korean Pop (K-Pop), ada girlband yang aku suka, dan aku sering sekali menghadiri konser-konsernya. Aku bekerja full time plus bekerja part time. Aku menggunakan  kemampuan berpianoku untuk bekerja. Aku bekerja di sebuah café. Memainkan alunan lagu-lagu yang romantic adalah keahlianku. Dalam beberapa bulan banyak yang menyukai permainanku. Omzet penjualan café pun meningkat. Aku menjadi semakin terkenal, namun aku tetap rendah hati dan bahkan sering ikut acara amal.
   Suatu hari, saat aku bermain piano, ternyata ada seorang cewek anggota girlband WJ*N yang datang bersama temanya, nama cewek itu Soobin. Aku sangat menyukai cewek itu. Aku berusaha tetap main tenang. Dia ternyata menyukai permainan pianoku. Sampai setiap kali ada waktu libur dia ke café itu untuk mendengarkan permainanku. Dalam beberapa bulan, aku di Korea akhirnya terkenal sebagai pianis. Banyak utusan-utusan entertainment yang mendatangi café itu untuk melihatku. Namun belum ada tawaran kontrak. Di satu sisi, aku bermain hanya untuk bekerja part time, mengingat aku masih bekerja di Avira. Suatu hari, Soobin mengajak seluruh personil girlbandnya untuk menonton aku, aku merasa terhormat dan speechless, namun aku tetap tenang. Mereka menyukai permainanku dan suaraku. Ternyata beberapa dari mereka diam-diam jadi tertarik bahkan jatuh cinta sama aku. Mereka diam-diam datang menyaksikan permainanku.
  Mereka semua menjadi dekat sama aku. Beberapa dari mereka yang mencoba mendekati aku, ada Seola, Eunseo, Bona, Soobin, Exy. Kesempatan bisa dekat dengan mereka saya manfaatkan untuk mendekati cewek yang aku sukai yaitu Soobin. Aku berusaha manjadi yang terbaik untuknya. Teman curhat, sesorang yang menjadi andalannya. Diam-diam permaninanku berhasil membuat dia jatuh cinta sama aku. Teman-temannya yang tertarik sama aku tau bahwa aku suka sama Soobin. Mereka berusaha bersaing mendapatkan aku. Mereka memperebutkan aku sampai-sampai sering terjadi marah-marahan di dalam internal girlband mereka. Suatu hari aku nembak dia, namun cintaku ditolak. Sakit. Namun aku tak putus asa aku tetap menjadi temannya.
  Suatu hari aku harus kembali ke Jepang karena ada masalah di kantor Jepang. Soobin dan girlbandnya yang sering mendatangi café itu, mendapati bahwa aku tidak ada. Meskipun ada penggantinya, namun mereka tetap mencari aku. Aku sengaja tidak meninggalkan kabar apa-apa karena aku sudah ditolak sama Soobin dan aku tidak menyukai cewek lain di girlband itu. Soobin merasa sedih karena seperti ada yang hilang. Dia berusaha mencari aku. Tidak ada yang tau aku karena aku di Korea terkenal hanya sebagai pemain piano. Dia berusaha mencari aku sampai ke rumah kontrakanku namun tidak ada. Dia merasa menyesal kenapa dulu dia tidak menerima aku. Melalui pertemuan, kencan, menjadi temannya, dia jatuh cinta sama aku sampai hatinya yang terdalam, namun dia tidak menyadarinya.
  Aku mengetahui bahwa Soobin merasa ada yang hilang dari temannya yang juga temanku setelah aku pergi. Tapi aku tidak merespon apapun karena hatiku masih sakit waktu cintaku ditolak olehnya. Dia terus mencari aku, bahkan terus mendatangi café itu, rumah kontrakanku, menanyakan ke teman-temanku.
  Suatu hari, Soobin pacaran dengan artis dan dipublikasikan. Sebenarnya Soobin tidak menyukai cowok ini. Namun ia terpaksa harus melakukannya karena kontrak dengan sebuah perusahaan. Namun dia diam-diam tetap mencari keberadaanku meskipun statusnya berpacaran dengan orang lain.
  Sampai suatu hari aku diam-diam datang ke konser WJ*N, dan aku sengaja memilih kursi yang jauh agar aku bisa melihat mereka tanpa mereka tau. Teman Soobin ternyata ada yang melihat aku dan ia memberitahukannya pada Soobin, dia terlihat senang sekali mengetahui aku datang. Aku tidak tahu bahwa keberadaanku telah diketahui. Kebetulan ada sesi acara di mana disuruh memilih satu penonton untuk melakukan aksi sesuai dengan undian. Setiap anggota memilih satu penonton. Sesi ini dinilai oleh penonton yang paling banyak tepuk tangan akan menang.  Pemenang akan mendapatkan DVD dan souvenir yang sudah ditanda tangani eksklusif oleh WJ*N. Soobin sengaja memilih aku. Aku pun kaget. Aku naik ke atas panggung dan dia bilang “Oppa, akhirnya kita bertemu lagi. Aku kangen sama Oppa”. Aku hanya bilang “Iya.”. Dia membalas “Ayo kita berjuang bareng memenangkan ini”. Soobin mengambil undian dan ternyata mendapatkan duet. Aku bermain piano dan Soobin menyanyi. Entah kenapa di dalam diriku, aku ingin bermain dan bernyanyi untuknya dengan sepenuh hati. Namun di sisi lain aku merasa sakit, karena dulu ia pernah menolak aku. Aku tetap bermain dan bernyanyi dengan professional dan sepenuh hati. Banyak penonton yang merasa tersentuh dengan duet kami. Penonton menilai kita punya chemistry yang kuat dan cocok menjadi romantic couple.  Di akhir acara, kami memenangkan duet ini. Soobin tiba-tiba memelukku dan berkata “Hore Oppa, kita menang”. Aku kaget tapi juga ikut memeluknya. Aku mendapat album yang langsung ditanda tangai oleh mereka, diam-diam Soobin menuliskan alamat, nomer telp dan suruh menghubunginya pada tulisannya. Setelah sesi itu selesai, aku langsung turun dan pulang lebih awal karena kantor di Seoul ada masalah.
   Saking sibuknya aku, aku baru bisa membuka album itu satu minggu kemudian. Hari itu hari Sabtu. Aku cukup kaget dengan tulisan Soobin, akhirnya aku mencoba menghubungi dia. Aku menghubungi dia berulang kali namun tidak diangkat.
   Beberapa bulan kemudian, perusahaaanku akan mengadakan refreshing. Aku ditugaskan untuk mencari lokasi. Cari dicari, akhirnya aku menemukan tempat yang cocok untuk refreshing karyawan satu perusahaaan. Tapi ternyata, aku tidak tahu bahwa sebenarnya ketua RTnya dalah orang tua dari Soobin. Aku  tetap memilih tempat itu karena alam terbuka dan fresh udaranya.
Beberapa bulan kemudian, kami melakukan acara refresing itu. Aku dapat jatah menginap di keluarga Soobin. Karyawan yang ikut juga tinggal di rumah-rumah warga.  Kami di sana bercocok tanam, membantu warga sekitar, bermain games mencari harta karun. Aku semakin akrab dengan keluarga Soobin dan warga sekitar.
  Ketika sudah waktunya pulang ke Seoul, kami berpamitan dengan ketua RT dan masing-masing memberikan bingkisan ke warga tempat mereka menginap. Mereka sangat welcome. Yang membuat aku terkejut di akhir pertemuan, Mama dari Soobin bisa bilang “Seandainya ya Pa, kita bisa punya menantu kayak dia”. Aku hanya bisa tertawa “Hahaha..”.
  Seminggu kemudian, Soobin pulang dan melihat foto-foto dan bingkisan yang ada. Dia teringat bahwa bingkisannya mirip seperti yang aku pernah berikan. Dia langsung meminta nomor ke orang tuanya agar bisa menghubungi aku. Namun, aku tidak bisa dihubungi karena berada di Jepang. Dia lalu mencari ke kantorku di Seoul namun tidak bisa menemui aku.
  Dia merasa harus mengejar cintanya yang hilang. Dia berusaha mencariku namun selalu masih belum bisa bertemu karena perbedaan jadwal. Aku tetap menjomblo meskipun ada bebearpa temanku yang mendekati karena tahu aku seorang CEO.
  Kepopuleranku ternyata tidak dikenal sampai ke Indonesia. Aku pulang ke Indonesia tetap sebagai orang biasa. Tidak ada yang mengenaliku seperti di Korea. Suatu hari aku pulang ke Indonesia untuk cuti dan menghadiri resepsi pernikahannya teman-temanku. Di salah satu pernikahannya temanku, aku disuruh bermain piano 1x mengiringi MC yang akan bernyanyi. Kemudian, mempelai pria yang adalah temanku memperkenalkan aku bahwa aku CEO, mapan, putih, atletis  dan masih jomblo. Oleh MC aku juga ditanya soal wanita idamanku. Kemudian aku menjabarkan, secara fisik dan sikap. Aku disuruh menjunjukkan seperti apa foto cewek idamanku. Kemudian aku tunjukkan bahwa itu Soobin. Ternyata, Soobin juga ada di pernikahan itu namun sedang ke toilet. Temannya yang dari Indonesia yang mengetahui itu, langsung memberitahukan kepadanya soal aku. Soobin tidak tahu bahwa aku ada di acara itu. Lalu temannya itu memperkenalkan ke mempelai dan meminta agar Soobin itu dipertemukan dengan aku. Lalu kemudian, kedua mempelai bersama MC menyusun rencana agar pertemuan itu terjadi. Aku yang saat itu masih di belakang panggung tidak tahu bahwa akan bertemu Soobin, karena masih mepersiapkan diri tampil satu kali lagi untuk membawakan lagu menjadi pilihan mempelai berdua. Ketika aku tampil, mempelai berdua tertawa-tawa sendiri. Aku heran kenapa. Setalah selesai, aku diwawancara lagi oleh MC. Kemudian aku ditanya, “Jika bertemu dengan cewek idmanamu kamu mau apa?” Aku jawab “Aku mungkin akan ngobrol, minta nomornya atau bahkan menyatakan cinta sama dia, jika mungkin.” MC meledek aku “Apakah kamu yakin? Ah masak?”. Aku menjawab “Mungkin”. Kemudian, MC memanggil Soobin untuk naik ke atas panggung. Aku melihat sambil tidak percaya bahwa itu Soobin. Dia telah didandani bak princess. Aku speechless. Aku langsung meminta tangannya dan mencium tangannya. Kemudian penonton pun bersorak. Soobin pun tersipu-sipu malu. Aku kemudian disuruh melakukan apa yang aku katakan tadi. Kemudian kami diwawancara dan dalam wawancara itu terungkap bahwa kami sudah saling kenal. Lalu kami digoda dan disuruh berduet nyanyi oleh MC dan kedua mempelai. Kemudian kami nyanyi. Kami menyanyi dengan sepenuh hati. Dan aku beraksi untuk membuat Soobin terus tesipu-sipu malu selama di panggung. Penonton bersorak, terutama yang cewek merasa terkejut dan mengatakan “Omo, omo, Otoke, otoke, aaaaa…” dan merasa kami cocok menjadi romantic couple. Setelah selesai, penonton banyak menyoraki kami supaya menjadi sepasang suami dan istri. Aku dan Soobin hanya bisa tersenyum malu dan saling menatap. Setelah selesai, saya dan Soobin turun panggung dan mengobrol sebentar, kami tukeran nomor hp dan berjanji saling menghubungi. Aku harus kembali segera ke Jepang karena cutiku sudah habis, sementara Soobin masih berlibur di Indonesia.
  Beberapa hari kemudian, tersiar kabar bahwa Soobin berpacaran lagi dengan seorang artis setelah putus sama yang dahulu. Aku kaget dan heran apakah benar kabar itu. Aku merasa bahwa Soobin menyakiti hatiku lagi.
  Beberapa hari kemudian, Entertainmentnya (S Entertainment) mengumumkan akan membuka kepemilikan saham bagi orang luar, aku ke sana, untuk membeli sekian persen sahamnya. Waktu itu aku sudah memiliki beberapa persen saham dari M, J, Y Enterntainment. Tujuanku adalah jika benar aku suatu hari pacaran sama Soobin, aku tidak dilarang oleh pihak S. Waktu aku akan pulang, Soobin melihatku di depan pintu utama dan berusaha mengejarku namun tidak dapat.
Suatu hari, kabar mereka putus menyebar ke media. Soobin merenung akan kehidupan cintanya dan teringat padaku. Dia mengingat semua kenangan-kenangan indah bersamaku, aku selalu ada buat dia, betapa romantisnya aku. Dia menangis karena dia merasa sudah tidak bisa mendapatkan itu lagi karena aku telah pergi darinya.
   Beberapa hari kemudian, aku mengambil cuti. Aku ke wilayah tempat aku dulu pernah ke sana bersama karyawanku. Aku bertemu dengan orang tua Soobin kembali dan membantu mereka selama aku cuti. Pada suatu sore, Soobin pulang ke rumah. Aku tidak tahu karena saat itu aku sedang di belakang. Aku cukup kaget ketika dipanggil oleh orang tua Soobin dan disuruh berkenalan dengan anaknya. Soobin pun terkejut karena ada aku. Ia juga kaget karena aku dan orang tuanya sudah saling kenal. Kemudian dalam makan malam terungkaplah semuanya bagaimana aku dan orang tua Soobin bisa kenal, Soobin dan aku bisa kenal, orang tua Soobin pun bilang  kepada anaknya “Ini lho orangnya yang dulu aku pernah bilang, yang cocok sama kamu dan kami merestuinya.”  Soobin hanya bisa tersipu-sipu malu dan bilang dengan manja “Omma…”. Malam itu kami menghabiskan malam dengan jalan-jalan romatis di luar rumah Soobin.
   Pada besok malamnya aku menyatakan cinta padanya. Dia menerima cintaku. Aku senang sekali. Kami merasa menjadi pasangan paling bahagia di dunia.
Beberapa hari kemudian, pihak entertainment mengetaui hal itu, namun mereka tidak bisa apa-apa karena aku adalah pemilik saham ketiga terbesar mereka. Aku dan Soobin juga tetap bisa dating dengan bahagia.
   Beberapa bulan kemudian, sebuah majalah menerbitkan artikel mengenai Top 10 Asia CEO under 30. Aku termasuk di dalamnya dan sebagai perwakilan satu-satunya dari Indonesia. Semenjak saat itu, aku menjadi dikenal sebagai CEO. Di Indonesia, beberepa cewek mantan atau mantan calon ceweku menyesal karena tidak menerima cintaku atau mutusin aku.
   Ketika aku sudah merasa mantap, aku membawa Soobin kepada orang tuaku untuk meminta restu. Kemudian, kami mulai merencanakan pernikahan selama beberapa bulan. Kemudian, di akhir tahun bulan Desember kami menikah di Korea dan menggelar resepsi di 2 negara, Indonesia dan Korea. Kami berbulan madu ke Eropa. Kami memiliki 2 anak dan hidup bahagia.

END.