Jumat, 03 Maret 2017

Hayalanku 2

Aku Andi. Aku adalah seorang Kepala cabang Korea dan Jepang untuk sebuah perusahaan keamanan komputer (antivirus payung) dari Jerman. Aku adalah penggemar KPop. Aku sering sekali menonton konser KPop. Girlband favoritku WJSN. Anggota favoritku Eunseo.
Suatu hari sebuah Entertainment sedang mencari cowok yang terkenal dan kaya untuk dijadikan skandal dengan Eunseo dalam rangka comeback WJSN. Aku mendengar tawaran itu dan menyatakan ketertarikanku. Namun aku harus bersaing dengan banyak pria. Ada yang pengusaha, CEO, anak pejabat tinggi Korea. Setelah melalui seleksi, aku tak menyangka akan dipilih. Aku senang sekali pada waktu itu.
Namun ternyata Eunseo tidak mau disuruh pacaran sama siapa-siapa. Waktu pertama kali ketemu, Eunseo sudah menunjukkan ketertarikannya. Aku hanya bisa mengikuti saja. Aku memanfaatkan kesempatan untuk PDKT. Aku kontak, telp dan bertemu dengannya sering. Setelah waktunya. Aku nembak dia, namun ditolak.
Namu di sisi lain, ada seorang member lain  yang diem-diem merhatiin aku. Mengikuti perkembangan pacaranku dengan Eunseo. Dia ingin memiliki gaya berpacaran seperti itu. Aku menjadi teman dekat cewek ini juga. Nama cewek ini Bona. Dia menilai aku itu orangnya humoris, punya banyak bakat, udah mapan. Di dalam hatinya aku ini masuk kriterianya.
Meskipun aku ditolak, skandal itu tetap berlangsung. Selama skandal  pun  aku tetap melakukan pdkt kepada Eunseo. Aku berusaha sebaik mungkin. Skandal itu masuk ke berita-berita nasional Korea maupun Internasional. Aku pun makin dikenal sebagai CEO.
Pada saat skandal itu akan berakhir, aku menyatakan cintaku yang terakhir. Aku ingin memastikan perasaanku. Dan apakah Eunseo ada perasaan sama aku. Namun kembali ditolak. Aku hanya bisa pasrah.
Setelah masa kontrak skandal habis aku pun pergi dan menjalani kehidupanku lagi normal. Setelah kepergianku, Eunseo merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Dia berusaha melupakan aku. Namun, dia tidak bisa melupakanku.
Aku pun semakin dekat dengan Bona. Namun pihak entertainment melarang kami berpacran karena aku pernah terlibat skandal dengan Eunseo. Kami hanya bisa berteman dekat. Bona masih mengagumiku dan rasa sayangnya sama aku semakin besar. Dia sering kontak, telp dan kalau jadwal kosong, dia langsung mengajaku pergi. Aku lama-lama menyukai Bona.
Suatu hari, Bona pergi sama aku. Pada sat pergi itu, dia nembak aku. Aku bingung harus menerima dia atau tidak. Aku berpikir bahwa aku merasa nyaman dengan dia, akhirnya aku menerima dia. Kami berpacaran. Kami melakukannya dibelakang pihak entertainment (backstreet).
Eunseo suatu hari memergoki kami sedang pacaran. Aku heran karena dia mengucapkan selamat kepada kami. Namun aku bilang kepada Eunseo agar tidak bilang kepada siapapapun. Pada saat pulang ke dorm, Eunseo ternyata menangis, karena hatinya merasa sakit melihat aku dengan Bona. Diam-diam Eunseo mulai menjauhi Bona. Karena Eunseo merasa cemburu dengan kami.
Suatu hari, dia bertemu kami saat kami berpacaran. Di dalam hatinya sebenarnya dia menyayangi aku. Tapi entah kenapa dulu dia nolak aku. Dia mulai selalu ingin tahu tentang aku. Dia merasa makin sakit saat melihat kami berpacaran.
Eunseo terus menahan rasa sakit itu. Sampai akhirnya dia melaporkan Bona ke pihak Entertainment karena berpacaran denganku. Aku akhirnya putus dengan Bona. Aku yang memutuskan Bona karena Entertainment akan memasukkanku ke penjara jika masih pacaran dengan Bona. Bona pun sedih. Aku tidak mengatakan alasan sebenarnya
Aku merasa sakit hati sebenarnya. Namun aku tetap tenang, aku memilih kembali ke Jepang untuk sementara waktu. Bona membenciku karena hal itu. Hubungan Bona dan Euseo menjadi semakin dekat karena aku mutusin Bona.
Suatu hari, terungkaplah alasan sebenarnya aku mutusin Bona pada saat Eunseo sedang mabuk. Bona sangat marah. Aku yang sudah tidak berhubungan dengan mereka, tiba-tiba mendengar kabar bahwa Bona mencari-cari aku gara-gara ia merasa bersalah kepadaku.
Aku saat itu berkomitmen untuk tidak ke Korea untuk sementara waktu.  Kantor perusahaanku sering didatangi Bona kalau-kalau aku ke sana. Namun selalu tidak bertemu denganku.
Suatu hari ada acara amal ke Korea, aku ikut acara amal itu. Di acara aku selalu membantu orang-orang di sana, ada seoarang pasangan orang tua yang terkesan dengan pekerjaanku. Mereka menginginkan menantunya itu seperti aku. Aku tidak tahu bahwa itu ayah dan ibu Eunseo. Aku terus bersahabat dengan mereka dan mereka menganggap aku anak mereka. Di acara amal itu, Bona sempat melihat aku namun ia tidak yakin bahwa aku ada di sana. Sehingga ia tidak menghampiri aku.
Keesokan harinya aku ada wawancara tv live. Di acara itu aku ditanya soal cewek idamanku. Aku menjawab harus standar kecantikan Korea secara fisik dan secara sikap harus baik. Kemudian, aku ditanya cewek Korea yang menjadi favorit. Namun aku menyebutkan inisial. Karena aku takut nanti ada skandal. Bona mengetahui siaran itu dan buru-buru ke studio tempat syuting live. Setelah acara selesai, Bona menghampiriku dan meminta maaf. Aku memaafkannya. Dia lalu mengajaku balikan. Namun aku belum bisa menjawab.
Selama seminggu kami kontak-kontakan, telponan, pergi bareng. Dan kemudian, aku memberikan jawaban. Aku menjawab ya. Akhirnya kamipun pacaran lagi. Hal itu diketahui Eunseo, Eunseo merasa jengkel. Namun, ia bisa menghadapi itu dengan tabah hati.
Beberapa bulan kemudian, Eunseo memergoki Bona lagi ngedate sama cowok lain. Dia merekam dan memfotonya. Dia menyimpannya dalam ponselnya. Dia mengkonfirmasi siapa cowok itu dalam suatu kesempatan. Bona menjawab bahwa itu pacarnya. Dia mengetahui bahwa Bona memiliki banyak cowok. Eunseo disuruh merahasiakannya dari semua orang. Eunseo yang tidak ingin aku tersakiti, dia mengirimkan semua bukti itu ke aku. Aku merasa tidak percaya awalnya. Aku mengkonfirmasi ke Bona, Bona bilang tidak. Aku akhirnya tambah benci ke Eunseo.
Beberapa minggu kemudian, di sebuah mall. Aku memergoki Bona lagi makan dengan seorang cowok. Mereka mesra sekali. Aku akhirnya melabrak Bona di pintu masuk sebuah café dan cowok itu marah dan berkata bahwa ia cowoknya. Aku sangat kecewa dan aku bilang ke Bona kita putus.
Akhirnya aku sadar bahwa Eunseo benar. Aku langsung hari itu juga menghubungi Eunseo untuk ketemu namun ia tidak membalas. Aku menghubungi mangernya namun tidak tahu keberadaan Eunseo. Aku mencari ke seluruh tempat yang biasa ia datangi. Setelah lama mencari, aku melihat di atas sebuah gedung ada yang mau bunuh diri. Aku melihat dari kejauhan bahwa itu Eunseo. Aku berusaha ke sana untuk menyelamatkannya. Aku panggil polisi terlebih dahulu untuk berjaga di bawah. Akhirnya aku naik ke atap gedung dan berbicara pada Eunseo. Eunseo merasa putus asa meyakinkan aku dan hidupnya serasa sudah tidak berguna. Aku berusaha meyakinkan dia dan menjelaskan semuanya. Eunseo tetap nekad melompat. Namun saat itu dengan sigap tanganku meraihnya dan membuatnya jatuh ke lantai gedung. Eunseo menangis dan aku pun juga. Aku memberikan kepadanya ciuman kasih sayang. Kami pun bisa turun gedung dengan selamat.
Gara-gara kejadian itu keesokan paginya muncul banyak berita. Entertainmentnya sampai bingung mau bilang apa. Aku dan Eunseo dipanggil ke sana. Kami disuruh memberikan press conference. Kami pun memberikan press conference sesuai dengan arahan Entertainment itu, berita itu pun berlalu.
Eunseo dan aku pun tetap berhubungan. Kami saling memperhatikan, saling membutuhkan dan saling menyayangi seperti orang pacaran. Sampai-sampai Bona dan teman-teman di Entertainment merasa iri dengan romatisnya hubungan kami. Di momen Valentine, aku nembak Eunseo, dia menerima aku. Akhirnya kami pun pacaran.
Enam bulan kemudian, Eunseo mendadak hilang kontak. Aku bertanya ke managernya dan teman-temannya tidak ada yang memberitahu. Dan ternyata, aku melihat dia berpacaran dengan orang lain. Beberapa hari setelah itu, muncullah berita Eunseo dating dengan cowok itu. Aku berusaha mengkonfirmasi ke Eunseo dan dia mengatakan ya bahwa dia pacaran dengan cowok itu. Kemudian, dia memutuskan aku demi cowok itu.
Beberapa bulan setelah itu, Entertainmentnya membuka kesempatan untuk memiliki saham. Aku membeli 15% saham.  Pembelian saham itu aku maksudkan agar aku bisa bebas menemui WJSN. Aku memiliki banyak saham di berbagai entertainment. Suatu hari, aku dengar kabar bahwa Eunseo diputusin sama cowok itu. Dia merasa sedih sekali. Eunseo berusaha mencari teman yang mengerti dia. Meskipun sudah cerita kemana-mana, dia tidak bisa menemukan yang seperti aku. Hari dimana ia putus merupakan hari aku akan pulang ke Indonesia. Eunseo terus mencari aku. Sehari sebelum berita itu muncul, aku menitipkan surat ke managernya untuk diberikan ke Eunseo. Besoknya, aku melihat berita bahwa Eunseo telah putus. Aku tidak peduli dengan berita itu. Malam setelah dia putus, dia merenung dan semua ingatannya tertuju kepadaku. Eunseo merasa bahwa tidak ada yang bisa menggantikan aku. Ia terus mencari aku dan bertanya pada mangernya kalau-kalau bertemu aku. Managernya memberikan surat dariku. Dia langsung cepat-cepat membuka dan membacanya. Isinya bahwa aku pergi dan semoga dia bahagia dengan cowoknya. Managernya bilang, Andi sebenarnya orangnya baik, dia teman baikku, namun dia sering dikecewakan wanita. Manager itu menyuruh Eunseo mengejar aku jika memang Eunseo menyayangiku dan tidak ingin kehilangan aku. Aku menuliskan hari dan jam keberangkatanku juga di kertas itu. Managernya juga bilang bahwa ini adalah kesempatan terakhir bertemu dan Ia akan kembali ke Indonesia untuk mencari cewek yang sesuai hatinya dan jika ketemu dia ingin jadikan istrinya dan Andi tidak akan kembali lagi ke Korea. Eunseo dengan menangis langsung menuju bandara untuk mencariku. Aku masih mengunggu di jalan karena macet. Eunseo yang tiba lebih dulu mencariku di bandara, namun tidak menemukan aku. Lalu ia menangis di bandara. Menyesal karena kenapa dia memutuskan hubungan dengan aku. Akhirnya aku datang di bandara. Aku melihat seorang wanita yang jongkok sambil menangis. Aku mengenalinya sebagai Eunseo. Aku langsung menghampirinya dan meraih tangannya supaya ia berdiri. Begitu Eunseo berdiri, ia menangis sambil memukul-mukul aku dan bilang jangan pergi. Eunseo juga meminta maaf gara-gara mutusin aku. Aku berusaha meredakan tangisnya. Dan aku menjelaskan bahwa aku akan cukup lama berada di Indonesia dan belum akan kembali ke Korea dalam waktu lama. Aku bilang ke Eunseo bahwa dirinya orang yang satu-satunya aku cintai. Lalu aku mengajak Eunseo balikan. Dia mau, akhirnya kami jadian dan saling mencium bibir di bandara.
Aku tetap harus balik ke Indonesia dan memimpin antivirus paying cabang Indonesia. Aku juga memimpin startup baru yang aku dirikan bersama teman-teman SMAku. Startup ini tentang kemanan komputer. Kami satu-satunya yang memiliki teknologi ini dan kami sedang dalam usaha untuk mematenkan inovasi ini. Dalam beberapa bulan, startup kami dikenal luas sampai pasar global. Akhirnya aku memutuskan untuk fokus ke startupku. Kami sering diminta oleh korporat, pemerintah maupun individu untuk menangani masalahnya keamanan  komputernya. Pada akhir tahun terbitlah artikel Top 10 CEO muda di dunia yang masih jomblo. Aku masuk no 7 di daftar itu beserta startupku. Sejak saat itu, aku mulai didekati banyak wanita termasuk wanita yang tidak melirik aku dulu, termasuk para sosialita. Aku  sudah tahu bagaimana cewek-cewek itu, sehingga aku mengabaikan mereka. Aku ke Indonesia berusaha menemui adik temanku yang sudah lama ingin aku jadikan ceweku. Ketika aku datang, para tetangga mengenali aku sebagai yang ada di majalah itu. Langsung satu kampung heboh. Aku menemui cewek itu dan mengajaknya jalan. Ternyata terungkap bahwa ia sudah punya cowok. Hatiku pedih karena itu, karena sebenarnya aku meninggalkan cewek ini tanpa mengatakan putus. Akhirnya aku menyerah dan membiarkan dia bahagia dengan cowok lain. Sejak bertemu itu, perasaanya tumbuh lagi. Dia mulai mencintaiku.  Aku tidak tahu akan hal itu. Aku hanya menggapnya teman.
Suatu hari, dia memutuskan untuk balik lagi sama aku. Dia mengajakku jalan, dia bercerita bahwa dia diselingkuhi oleh cowoknya, kemudian dia nembak aku. Aku menolak secara halus. Karena hatiku masih sakit. Saat pertemuan, aku bercerita ia adalah motivasi aku balik ke Indonesia. Kalau dia masih single aku akan melamarnya. Namun aku sudah sakit hati karena ia berpacaran dengan orang lain di depan mataku sendiri saat aku masih berharap padanya dan aku belum mutusin dia. Aku bilang kepadanya, kalau kamu mau menjadi pacarku, kamu harus mendekatiku dan membuatku jatuh cinta sama kamu.
Aku merasa diperebutkan oleh Eunseo dan adik temanku ini. Aku merasa bingung harus memilh yang mana, setelah berpikir panjang akhirnya aku memilih Eunseo. Eunseo sering mengontakku meskipun aku di Indonesia. Aku merasa terkesan. Dia begitu menginginkan aku.
 Aku terbang ke Korea, langsung menemui Eunseo. Aku berada di Korea selama beberapa bulan untuk mendirikan perusahaan startupku cabang Korea. Tidak mudah, namun setelah beberpa bulan berjalan, menjadi sangat populer. Setelah itu aku menanamkan investasi ke beberapa perushaaan dan membeli berapa aset.
Eunseo mengajakku bertemu dengan orang tuanya. Aku tidak tahu bahwa dua orang yang dulu mengagumiku saat acara amal adalah orang tua Eunseo. Ibu Eunseo langsung mengenaliku ketika aku datang. Eunseo kaget. Kemudian kami makan malam bersama dan berbincang-bincang. Aku mengetahui Eunseo lebih dalam lagi mengenai diri Eunseo melalui makan malam. Lalu aku bilang bahwa aku ingin menjadikan Eunseo istriku. Mereka terkejut tapi langsung menyetujui.
Aku terkejut. Tapi memang berharap aku menjadi menantu mereka. Mereka menganggap aku cocok dengan anak mereka. Mereka bercerita tantang anak mereka sewaktu acara amal dulu dan aku tertarik sebenarnya mendekati anaknya.
Beberapa minggu kemudian, aku mengajak Eunseo ke rumahku. Aku kenalkan pada orang tuaku. Mereka menyerahkan keputusan ke aku. Eunseo pun merasa senang.
Aku membawa kedua orang tuaku dan Eunseo membawa kedua orang tuanya untuk bertemu keluarga besar. Kami makan bersama dan saling berbincang. Kedua orang tua kamipun memilki kecocokan. Adik Eunseo pun akrab dengan adikku.
Aku dan Eunseo mulai merencanakan pernikahan. Kami akan menikah di Korea dan mengadakan resepsi di dua negara. Kemudian kami pergi bulan madu ke Eropa.  Semua direncakanan dalam waktu 3 bulan, dan mendapat bantuan dari Entertainmentnya Eunseo. Menjelang hari pernikahan, aku mendapat penghargaan sebagai CEO perusahaan startup terbaik di Korea, aku juga mendapat tawaran main film juga.
Mendekati hari H pernikahan, banyak sponsor yang mensponsori pernikahan kami. Aku sangat bersyukur akan banyak yang mensponsori. Orang tua kami pun pakaiannya disponsori oleh sponsor. Aku merasa bingung dengan banyaknya sponsor yang ada.
Hari H pun datang, kami menikah dengan 100% produk sponsor melekat di tubuh dan  pernik pernikahan kami pun juga dari sponsor. Resepsinya cukup melelahkan karena berlangsung di dua negara. Namun itu luar biasa. Kami menjalani semua prosesi sampai selesai.
Kami berdua berbulan madu ke Eropa. Kami habiskan 1 munggu untuk ke Eropa. Kami ke sana menggunakan jasa tur yang kami pilih. Kami benar-benar senang.  Teman-teman kami mengucapkan selamat. Ada beberapa temanku yang heran bagaimana aku bisa mendapatakan orang Korea. Ada dari mereka yang meminta dikenalin ke orang Korea.
Satu bulan kemudian, Eunseo menunjukkan tanda-tanda hamil. Lalu aku meeriksakannya ke dokter dan dokter menyatakan bahwa Eunseo hamil. Aku senang sekali dan yang paling senang adalah ibu Eunseo sampai-sampai dia ngomong ke tetangga. Beberapa hari kemudian, terpublish informasi bahwa Eunseo hamil. Kemudian, aku lagi-lagi mendapatkan sponsor untuk anak kami.
Sembilan bulan kemudian, Eunseo melahirkan anak pertama kami. Kami merawatnya dengan penuh cinta. Dan foto-foto anak kami banyak terpublish di internet. Anak kamipun menjadi lebih terkenal daripada kami.
Satu tahun kemudian, Eunseo kembali hamil. Banyak yang terkejut. Banyak juga sponsor yang sudah menanti sejak anak kami pertama. Anak kami yang kedua  pun menjadi populer. Di sisi lain, kami menjadi pintu gerbang pertemuan Indonesia-Korea dalam mencari pasangan. Kami memanfaatkan ini untuk membuat bisnis bersama.
Kesuksesan kami yang pertama adalah, kami berhasil menjodohkan temanku Danny dengan Apink’s Naeun. Sempat tersebar rumor juga kalau menikah dengan orang Indonesia anak bakal ganteng-ganteng dan cantik-cantik seperti anak kami. Perusahaan kami juga membuka jasa tur dan wedding Indonesia-Korea.
Kami pun sering diminta syuting tentang keluarga. Perusahaan kamipun menjadi Konsultan keluarga dari banyak keluarga baru. Dan perusahaan kami mengeluarkan advice bagi orang Indonesia dan Korea dalam menjalani hidup.
Kamipun menjalani hidup sebagai satu keluarga ayah, ibu dan dua anak. Kami mengelola perusahaan sendiri. Aku pun disibukkan dengan mengelola beberapa perusahaan termasuk yang aku dirikan dulu di Indonesia. Namun demikian kami merasa bahagia menjalaninya.
END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar