Suatu
hari, banyak cewek yang mulai mendekatiku. Karena aku sudah mapan dan terkenal.
Namun, aku tetap belum menemukan tambatan hatiku. Aku terus memilah-memilih
cewek. Aku tidak mau sembarang memilih cewek.
Beberapa
bulan kemudian, adik cewek dari teman SDku yang hampir setiap hari kami selalu
saling kontak mulai mendekatiku. Dulu aku sempat sayang sama dia namun, ia
tidak merespon cintaku itu. Namun aku jalani saja.
Suatu
hari, aku kontak-kontakan lagi dengannya, dia bercerita dia sudah diputusin sama
cowoknya. Cowoknya memilih cewek lain alias tukang selingkuh. Aku berusaha
untuk mengurangi intensitas kontak-kontakan kami, karena hatiku masih sakit.
Suatu hari, dia bertanya kepada
orang tuanya tentang memilih pria untuk dijadikan pasangan. Orang tuanya lalu
menasehatkan carilah pasangan yang mau terima kamu apa adanya, menghargai kamu.
Kemudian, ibunya bertanya ada ga cowok yang selalu ada buat kamu dikala sedih
maupun susah? Setelah itu, dia masuk kamar dan merenung. Saat merenung, dia
juga membuka Youtube dan menemukan channel Youtubeku. Dia merasa terhibur
melihat channelku meskipun channelku bukan channel hiburan. Dia lalu tersadar
bahwa kriteria yang disebutkan orang tuanya ada padaku.
Kemudian,
dia berjuang mati-matian mendekatiku, karena ia merasa yakin di dalam hatinya
bahwa aku adalah orang yang ia butuhkan. Di satu sisi, dia menyesal kenapa dulu
dia tidak meresponku. Dalam sebuah pertemuan, aku hanya bilang, “Jika kamu mau
menjadi bagian dari hidupku, kamu harus menyembuhkan luka hati ini.”
Dia
datang ke kantorku setiap hari. Mengajakku bertemu. Mengajaku keluar ketika
weekend. Aku menyadari kalo dia begitu mencintaiku. Tapi aku dihadapkan pada
banyak pilihan wanita yang mendekatiku. Ada yang mendekati dengan alasan uang,
ada yang ingin balikan sama aku karena aku sudah mapan, kemudian ada yang ingin
cepat kawin karena usia, dll.
Setelah
liburan di luar negeri, aku memutuskan untuk merespon adiknya temans SDku itu
dan menjadikan dia istriku. Aku merespon apa yang dia lakukan. Aku mulai
melakukan pdkt dengannya sampai akhirnya kami menikah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar