Aku Andi, seorang direktur dari sebuah perusahaan antivirus asal Jerman cabang di Korea. Aku punya teman dekat bernama Soobin. Dia orang Korea asli anggota salah satu girlband yang sedang naik daun. Kami sudah dekat sejak pertama kali bertemu, sering sms, chat, telpon-telponan tapi tidak pernah sekalipun terpikir di benak kami untuk pacaran. Kami menjalani ini sangat enjoy. Banyak teman kami yang iri melihat hubungan kami. Dan bahkan banyak yang mengira kami pacaran.
Kami sering mengikuti acara amal bersama-sama. Di sana kami berdua menjadi yang paling muda. Kami saling bercanda tawa lepas seperti orang pacaran, melepas kepenatan di kala tidak bekerja. Kami berdua selalu menkmati saat-saat bersama. Namun kami tidak menyadari kalau diam-diam rasa cinta di hati kami terus bertumbuh. Cerita ini berawal ketika banyak orang yang berkata, “kalian kalo diliat-liat cocok lho, chemistrynya udah kuat, kenapa ga pacaran aja?”
Sejak saat itu, aku mulai berpikir bagaimana menjadikan Soobin pacarku. Mengingat umur kami sudah cukup sebenarnya untuk kawin dan kami berdua sudah tidak pacaran cukup lama. Dia sudah tidak pacaran selama hampir setahun dan aku 3 tahun. Kami sudah punya penghasilan tetap masing-masing. Ketika aku berjumpa dan bertatap mata dengannya aku menjadi grogi. Rasa hati ingin bertemu terus. Namun kami hanya bisa bertemu ketika sedang berlibur mengingat dia adalah seorang artis.
Suatu hari, aku mengutarakan perasaanku. Namun dia menolak aku. Dia bilang tidak memiliki perasaan yang sama dan hanya ingin menjadi teman seperti biasa. Aku merasa mungkin aku yang ke GRan. Sejak ia menolak aku, aku memperlakukan dia seperti teman biasa.
Namun dia diam-diam mulai memperhatikan aku dan sikapnya mulai berbeda setelah aku nembak dia. Dia mulai seperti agak menjauh. Namun sebenarnya, rasa cinta yang ia rasakan makin kuat dan merasa kehilangan. Ini terbukti ketika aku melayani wanita-wanita muda dalam acara amal itu, dia langsung cemburu. Banyak ibu-ibu peserta acara amal yang bilang ke aku kalau sebenarnya dia cemburu. Aku hanya bisa tertawa senang. Di sisi lain, hatiku masih sakit karena ia tolak.
Beberapa hari kemudian, terpublish informasi bahwa ia pacaran dengan artis cowok. Aku hanya bisa ikut senang. Sikapnya mulai berubah. Dia mulai tidak curhat-curhat sama aku lagi. Aku sebagai teman dekatnya sudah tidak dianggap.
Suatu hari, aku ke mall dengan seorang teman. Teman yang aku bawa adalah wanita, dia melihat kami, tapi kami tidak melihatnya. Dia merasa cemburu dan marah sama aku. Besoknya dia mendatangiku dan marah-marah sama aku. Aku bingung kenapa dia memarahiku. Katanya aku tukang selingkuh, padahal aku tidak seperti itu dan aku bukan pacarnya. Aku pun tidak merasa menjadi playboy karena teman wanita yang aku bawa ke mall adalah teman wanita dari Indonesia yang berlibur ke Korea. Aku bertanya kenapa dia seperti itu, namun dia tidak menjawab dan pergi.
Suatu hari, aku tidak datang terus di berbagai acara amal karena kesibukanku sebagai direktur yang mengurusi Jepang dan Korea. Dia mulai merasa ada yang kurang. Dia mencoba mengontak aku tapi aku merespon. Pacarnya tidak mau diajak ke acara amal karena dia artis. Dia mulai merasa membutuhkan aku. Dia mulai lesu jika tanpa aku di acara itu. Dia kemudian curhat kepada seorang ibu panitia amal. Kemudian ibu itu menerangkan bahwa sebenarnya perasaan yang sedang ia rasakan adalah cinta. Ibu itu bilang bahwa sebenarnya kami ini cocok. Dia mulai teringat bahwa pernah menolak aku dan marah-marah sama aku. Dia mulai merenung apakah karena sikapnya, aku jadi bersikap menjaga jarak. Dan apakah perkataan ibu benar.
Sejak saat itu, ia mulai menjauhi pacarnya yang artis. Ia selalu membanding-bandingkan cowok itu dan aku. Dia menjadi tidak bahagia. Artis cowok itu pacaran dengan Soobin karena Entertainmentnya ingin membuat skandal yang bisa menaikkan popularitas menjelang comebacknya girlband tempat Soobin bernaung itu.
Suatu hari, aku mendengar dia putus dengan cowok itu. Tapi aku tidak menanggapi dengan serius. Aku tetap menganggap bahwa Soobin tidak cinta sama aku. Ayah, Ibu Soobin sebenarnya merestui kami. Dulu saat di acara amal, ayah, ibu Soobin sempat mengutarakan bahwa kami ini cocok dan mereka mendambakan punya menantu sepertiku.
Kabar Soobin putus itu bertepatan dengan kembalinya aku dari Jepang. Aku mengikuti berbagai acara lagi, namun Soobin tidak pernah datang karena tur kemana-mana. Lalu aku mendengar dari ibu tempat Soobin curhat, apa yang Soobin rasakan. Aku tidak merespon rasa itu karena ia sudah menolak aku.
Setelah aku kembali ke Jepang, giliran Soobin yang mengikuti acara amal. Suatu hari aku mengejutkan Soobin karena datang sebagai penonton di salah satu konsernya. Dia sangat terkejut saat melihatku sampai hampir salah gerakan. Ketika acara itu selesai, dia mencoba mencariku namun aku tidak ada. Dia merasa bersalah dan sebenarnya ingin mengembalikan hubungannya denganku.
Suatu hari aku curhat ke ibu yang sama dengan Soobin curhat, aku berkata bahwa Soobin harus membuktikan rasa cinta dan mengungkapkannya kepadaku, karena aku sudah terlanjur sakit hati karena ditolak. Ibu itu mendukungku dan berjanji akan membantu.
Suatu hari ketika dalam perjalanan tur, dia melihat acara amal dan dia melihat aku ada di sana. Dia kemudian teringat masa-masa indah kami waktu dulu dan dia pun menangis. Teman-teman Soobin mengenalku hanya sebagai teman Soobin tapi mereka tidak tahu bahwa Soobin suka sama aku.
Suatu hari aku memutuskan untuk mengakhiri perasaanku dengan Soobin. Dan saat itu aku mendengar bahwa Soobin sudah pacaran lagi dengan seorang pria. Aku hanya biasa berucap selamat bahagia kepadanya lewat surat yang aku kirimkan ke rumahnya.
Suatu hari, aku melihat cowok yang jadi pacar Soobin itu selingkuh. Aku segera mengabari ibu Soobin. Aku bilang kepada Ibu Soobin perihal perselingkuhan itu. Aku melihat pacar Soobin itu di mall berduaan bersama cowok lain dan bergandengan tangan dan cium-ciuman. Awalnya, Ibu Soobin tidak percaya. Pada waktu itu aku juga lupa untuk merekam kejadian itu sehingga aku datang tanpa bukti.
Untuk kesekian kalinya aku melihat perselingkuhan yang dilakukan pacar Soobin. Pada saat itu aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan merekamnya di ponsel. Saat pulang rumah, aku mencari seluk beluk pacar Soobin itu dan aku menemukan bahwa sikapnya jelek suka mabuk-mabukan, selingkuh, pacarnya lebih dari satu. Aku mengirimkan semua bukti itu ke ibu Soobin. Aku juga bilang kepada ibu Soobin jangan tunjukan kepada Soobin karena itu akan membuat ia mengira bahwa ada yang akan mengganggu hubungannya. Ibunya kecewa saat itu. Ayah serta adiknya pun kecewa dan berjanji tidak akan merestui hubungan Soobin dengan pria yang sekarang. Aku bilang ke ibu Soobin aku melakukan ini agar Soobin tidak salah pilih cowok.
Di acara amal, saat Soobin kembali, aku tidak datang. Sampai ibu-ibu bertanya kepadanya, kemana aku pergi sebab ketika Soobin tidak datang, aku datang terus. Lalu banyak ibu-ibu yang menasehati Soobin tentang cinta.
Ketika aku akan pulang kerja, aku dikeroyok sekelompok preman yang ternyata dikepalai oleh pacarnya Soobin. Dia memukuli aku karena ternyata ada temannya yang melihat aku merekam perselingkuhannya dia dulu. Untung aku merekam semua suara dan sempat memanggil SOS kepada polisi. Aku dihajar babak belur hari itu.
Aku dibawa ke rumah sakit dan cowok Soobin dan beberapa temannya berhasil ditangkap. Sejak saat itu aku cuti beberapa hari. Cowok Soobin pun tidak menghubungi Soobin dan sebaliknya dia tidak bisa menghubungi pacarnya.
Sorenya, Soobin mendapat kabar bahwa aku dipukuli orang, sejam kemudian dia mendapat kabar bahwa pacarnya di penjara. Dia lalu mengunjungi pacarnya dan bertanya apa yang terjadi, dia ngomong semuanya, Soobin marah atas kelakuan cowoknya lalu dia memutuskan pacarnya. Dia lalu ke apartemenku untuk bertemu denganku karena sudah lama tidak bertemu dan ingin mengobatiku. Tapi aku tidak ada. Aku pergi ke ibu angkatku di sebuah desa di Korea untuk meminta pertolongan. Ibu angkatku merasa sedih dan terpukul atas kejadian yang menimpaku. Kemudian, Soobin pulang ke rumah orang tuanya dan menceritakan semuanya bahwa ia sudah putus. Kemudian, orang tuanya menunjukkan bukti yang sudah pernah aku berikan kepada ibu Soobin mengenai cowok itu. Soobin pun merasa menyesal atas sikapnya selama ini dan Soobin menyadari di belakang dia, aku selalu berbuat baik untuk dia dan tidak ingin dirinya kenapa-kenapa. Ibu Soobin pun bilang “Sebenarnya Andi itu suka sama kamu lo. Dia selalu perhatian sama kamu meskipun kamu sudah milik orang lain. Saat tau cowokmu tukang selingkuh, dia bilang ke kami, kami memang awalnya ga percaya, namun dia menunjukkan bukti. Kami diminta tidak memberitahukan kepadamu soal ini agar tidak mengganggu hubunganmu.” Ayahnya menambahkan, “Kami sebenarnya tahu sifat cowokmu itu dari Andi dan kami menunggu saat yang tepat untuk ngomong ke kamu, tapi ternyata kamu sudah putus duluan.”
Sesudah sembuh, aku pun balik ke apartemenku dan aku cukup kaget tak berselang lama setelah aku datang, ada yang datang memencet bel. Ketika aku buka ternyata Soobin. Dia langsung memeluk aku karena sangking senengnya ketemu aku.
Dia melihat bekas lukaku dan dia meminta maaf kepadaku. Dia pun bercerita tentang apa yang ayah ibunya katakan dan dia berterima kasih kepadaku. Dia berjanji tidak akan bersikap dingin lagi kepadaku. Kemudian, malam itu kami menghabiskan malam berdua. Kami tidur bersama, membayangkan menjadi ayah dan ibu, mabuk-mabukan.
Keesokan harinya, aku membuat makan untuk Soobin karena Soobin telat bangun. Dia menyatakan cinta kepadaku ketika dia semalam mabuk. Tapi aku tetap menunggu pernyataan cinta darinya. Setelah Soobin bangun, dia terkejut akan kejutan yang aku buat dan menciumku.
Lalu kami pergi ke pekerjaan kami masing-masing. Sikapnya langsung berubah sama aku dan ia berusaha membuatku jatuh cinta kepadanya. Kami jadi sering ikut acara amal bersama. Ngedate bersama. Pihak entertainment tidak bisa apa-apa karena aku sudah menjadi salah satu pemegang saham terbesar mereka.
Selang beberapa bulan, terdengar kabar bahwa Soobin jadian dengan orang lain. Aku berusaha mencari tahu kebenarannya. Namun tidak berhasil karena ditutupi oleh entertainmennya. Aku berusaha mencari dengan caraku sendiri dan menemukan bahwa Soobin hanya melakukan acting saja demi mempopulerkan artis baru dari entertainmennya. Namun aku sangat terkejut ketika di mall aku melihat sendiri Soobin ditembak dan menerima cowok itu. Aku tidak mengkonfirmasi karena aku mengecek SNS dan menyatakan mereka in relationship.
Di samping itu, aku selalu curhat kepada salah satu member dari girlband tempat Soobin bernaung. Namanya Bona. Aku sangat akrab dengan cewek ini. Dia pun diam-diam menyukaiku. Aku tidak tahu akan hal itu. Dia terus mennjukkan perhatiannya sama aku. Cewek ini cantik dan masuk kriteriaku secara fisik. Namun entah kenapa aku lebih tertarik ke Soobin.
Dia berusaha mendapatkan hatiku. Setiap kali ketemu kami selalu seru-seruan. Aku juga sudah pernah diajak ketemu orang tua Bona. Aku juga diperkenalkan Bona ke teman-temannya. Dia sangat memperhatikan aku.
Besoknya ada acara kumpul-kumpul girlband mereka, aku diajak Bona datang ke sana. Semua merasa aneh karena mereka tahunya aku dengan Soobin. Soobin yang mengetahui cowok yang dibawa Bona itu aku merasa terkejut dan cemburu. Kami bermesraan seperti kekasih, itu membuat Soobin marah dan malah mabuk-mabukan. Soobin membuat suasana tidak terkendali, Soobin bertengkar hebat dengan Bona.
Ketika suasana sudah tenang dan mereka sudah sadar. Mereka dimintai keterangan. Aku dipanggil dan disuruh memilih diantara kedua cewek itu. Aku tidak memilih siapa-siapa agar persahabatan mereka tetap terjalin.
Soobin dan Bona yang kecewa dengan jawabanku akhirnya baikan. Soobin sebenarnya senang karena aku tidak jadian dengan Bona. Aku memilih pilihanku sendiri untuk tidak menggangu mereka. Tapi diam-diam Bona dan Soobin diberitahu oleh managernya bahwa ada kontrak yang harus aku tanda tangani dan aku harus ngomong seperti kemarin. Kemudian aku harus pergi menjauh dari mereka. Setelah mengetahui isi kontrak itu, mereka protes. Namun tidak ditanggapi. Soobin sebenarnya merasa kesepian lantaran aku tidak pernah datang ke entertainmennya lagi. Bona pun begitu, aku sudah tidak pernah mengontak dia lagi. No hpku sudah tidak aktif.
Aku tetap sering memantau perkembangan mereka dengan melihat mereka di konser-konser mereka. Aku bahkan sempat menjadi fotografer dan uploader foto-foto mereka berdua dengan nama alias SooNa. Banyak yang kagum dengan hasil karyaku. Pihak entertainment pun sempat mengontakku dan sempat memberikan penawaran namun tidak aku gubris.
Bona diam-diam mencariku dan ingin meminta maaf. Dan Bona pun ingin bilang cinta sama aku. Namun mereka tidak bisa menemuiku karena aku memilih berada di cabang Jepang untuk sementara waktu.
Saat aku kembali ke Korea, aku sempat ditawari bermain film oleh sebuah entertainment. Aku menerimanya, peranku menjadi seorang ayah dari pemeran utama wanita. Aku main film 16 episode. Dan ratingnya tinggi. Dalam survey-survey, aku difavoritkan menjadi ayah idaman. Setelah film selesai pun aku dapat banyak penghargaan sebagai cameo dan menjadi salah satu pria idaman di salah satu majalah Korea. Bona dan Soobin yang mengetahui itu berusaha menemuiku namun aku tidak mau menemui mereka. Mereka pun manjadikan aku sosok lelaki ideal. Orang tua mereka pun setuju jika aku menikah dengan anaknya. Kepopuleran tidak membuat aku sombong. Aku tetap memilih dunia keamanan komputer daripada keartisan.
Di Indonesia, aku hanya dikenal sebagai orang biasa. Hanya sedikit teman-temanku yang tahu aku bermain film. Namun aku tetap dianggap orang biasa. Itu membuatku nyaman, karena tidak melulu dikejar-kejar fans.
Beberapa hari kemudian, aku mendengar lewat situs online, kalau Soobin dan pacarnya putus. Aku ditelpon oleh kantorku di Seoul bahwa ada seorang wanita yang nekad tidur di kantor demi menemuiku. Namanya Soobin.
Aku bertanya pada teman Soobin, dia menjawab bahwa ia masih sangat mecintaiku, meskipun dia pacaran dengan orang lain hatinya tetap milikku. Sehingga ia mencariku ketika ia pacaran dulu maupun setelah putus. Aku meragukan bahwa Soobin memang mencintaiku. Aku merasa tidak perlu menggubris perasaan itu karena ia sudah mengkhianati aku 3x.
Setelah aku kembali dari cuti, aku ke kantorku di Seoul dan menjalani kehidupanku. Aku merasa sudah semakin tua. Dan target umurku untuk menikah sudah setahun lagi. Aku mendekati beberapa wanita, blind date namun tidak berhasil.
Suatu hari aku jalan-jalan keliling dan aku bertemu dengan Soobin. Aku menemukan dia menangis di tempat dulunya kita sering bertemu. Aku akhirnya memeluknya dan menenangkannya. Dia sangat merindukan aku. Dia nembak aku dan tidak mau kehilangan aku. Aku memberikan syarat kepada Soobin dan ia berjanji menepatinya.
Setelah kembali ke rumah, aku mendapati Bona sudah ada di depan rumah. Ia mengatakan bahwa ia sudah merelakan aku dengan Soobin dan akan mendukungku. Tapi dia meminta bantuanku untuk menjodohkan dia dengan temanku. Aku bertanya alasannya. Ternyata Bona merasa nyaman dengan temanku yang waktu itu sempat aku kenalin ke dia. Aku bersedia menerima tawarannya sebagai ganti dia membantu aku.
Singkat cerita, aku berhasil menjodohkan Bona dengan temanku dari Indonesia. Dan pernikahan mereka dilangsungkan hanya beberapa bulan setelah mereka jadian. Setelah menikah, mereka gantian yang menjodohkan aku.
Aku dan Soobin datang ke acara amal bersama kembali. Mereka menyabut kami dengan gembira dan berharap kami jadian. Aku sebenarnya sudah membuat rencana untuk nembak Soobin dan aku sudah meminta bantuan mereka beserta ayah dan ibu Soobin. Sebelum acara selesai, aku pergi duluan, setelah acara selesai, ibu-ibu itu mengajak Soobin ke dalam ruangan yang gelap. Aku menyanyi dan bermain piano begitu lampu dinyalakan. Setelah selesai, aku turun ke panggung dan melamar Soobin. Soobin pun tercengang atas atas aksiku. Dia bingung mau jawab apa. Penonton yaitu ibu-ibu peserta acara amal, ayah, ibu Soobin, adik Soobin, Bona dan suaminya berteriak “Terima, terima, terima…”. Akhirnya setelah diam agak lama, dia menjawab “Mau”. Aku dan seluruh orang di ruangan menjadi riuh karena kejadian itu.
Beberapa hari kemudian, kami menyiapkan pesta pernikahan. Kami berencana menikah di Korea. Soobin aku bawa ke orang tuaku di Indonesia. Dan mereka merestuiku. Akhirnya kami menikah dan aku mengundang teman-temanku dari indonesia, Jepang dan jerman. Kami membiayai tamu undangan, hotel dan tamasya di Korea selama 7 hari. Kami memiliki 2 anak dan hidup bahagia.
END.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar